Kulonprogonews's

Beranda » Budaya » Tunantera Bukan Sampah Masyarakat

Tunantera Bukan Sampah Masyarakat

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com


Keberadaan penyandang Tunanetra, selama ini dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat. Kerap mereka dianggap sebagai sampah masyarakat yang tidak banyak berguna. Padahal banyak potensi yang bisa dilakukan para kaum diffabel ini.

Anggapan ini masih menggelayut di benak Sarjiyono warga Pleret, Panjatan, Kulonprogo. Pria paruh baya yang berusia 47 tahun ini tidak pernah habis perpikir. Kenyataan yang diterimanya masih ada yang mendiskreditkannya akibat kekurangan fisik yang dialaminya. Padahal jika ditawari dia pasti tidak mau menjadi penyandang cacat seperti ini.

Untuk menanujukkan kemampuannya, dia datang ke balai Desa Giripeni Wates. Dengan diantar saudranya dia ikut ajang pidato bahasa jawa dalam rangka Ulang tahun perstauan tuna netra (pertuni) ke-46.

“Saya ingin menunjukkan saya bisa dan bukan sampah masyarakat,” tuturnya.

Berbekal motivasi agar keberadaannya dianggap wajar, dia datang ikut lomba. Tanpa persiapan apapun, dia ikut menjadi salah satu peserta lomba. Kebetulan lomba yang digelar bertemakan budaya Jawa, yang belakangan ditinggalkan generasi muda.

“Saya juga ingin nguri-nguri (melestarikan red) kebudayaan Jawa,” jelasnya.

Peserta yang lain, Arinil mengaku rela datang dari yogyakarta untuk mengikuti lomba ini. Perempuan yang berusia 21 tahun ini telah melakukan persiapan jauh-jauh hari. yaitu dengan mempersiapkan teks bahasa Indonesia, untuk diterjemahkan dalam bahasa Jawa.  Pada teks yang dibawakan, dia mengangkat tema unanetra jangan dijadikan penghalang mencapai cita-cita.

“Motivasi saya untuk ikut karena ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa warga tunanetra juga bisa tampil dan berprestasi,”tandasnya

Apresiasi event ini disampaikan oleh Kepala Desa Giripeni, Muhammad Bajuri. Menurutnya, lomba pidato bahasa Jawa yang diselenggarakan oleh warga Pertuni cabang Wates tersebut merupakan motivasi bagi pemerintah desa/kabupaten karena selama ini lomba pidato bahasa Jawa sangat jarang dilakukan.

“Kami sebenarnya malu, seharusnya kesadaran untuk melestarikan bahasa Jawa juga ditiru oleh masyarakat normal. Ini merupakan cambuk bagi kami untuk terus melestarikan budaya Jawa,”ujarnya

Ketua Pertuni Cabang Kulonprogo, Maryono mengatakan, pelaksanaan lomba ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pertuni ke-46. Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk terus melestarikan tradisi budaya khususnya bahasa Jawa agar tidak tergeser dengan budaya modern.

“Lomba pidato bahasa Jawa ini merupakan upaya untuk terus melestarikan budaya Jawa. Kalau bukan kita siapa lagi,”ujarnya

Dalam sambutannya, dirinya berharap kepada masyarakat untuk dapat menggunakan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari sehingga tidak hilang karena merupakan bahasa yang adiluhung.

“Kegiatan ini sekaligus upaya untuk mengangkat derajat bahasa Jawa agar kita tidak kehilangan jati diri sebagai orang Jawa,”ujarnya

Pelaksanaan lomba tersebut diikuti sekitar 21 peserta tunanetra  yang berasal dari perwakilan kabupaten se-DIJ meliputi kabupaten Sleman, Kulonprogo, Gunung Kidul, Bantul dan Kota/Jogja. Sedangkan penilaian lomba dilakukan oleh juri dari komunitas Radio Konco Tani, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman dengan criteria pemilihan tata bahasa, pakaian dan gerakan. Pemenang lomba  mendapatkan sejumlah uang pembinaan. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: