Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Malaria Merata di Seluruh Kokap

Malaria Merata di Seluruh Kokap

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Kasus penyakit malaria yang terjadi di Kecamatan Kokap menarik perhatian pemerintah pusat. Dirjend Pengendali Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementrian Kesehatan Pusat, Tjandra Yoga Aditama, Sabtu (14/01) kemarin langsung turun ke lapangan memantau perkembangan. Kasus ini sendiri juga diteliti oleh Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular(BBTKL dan P2M).

Kasus malaria ini pada awalnya hanya menyerang warga di Desa Hargotirto. Pada awal pekan kemarin baru terdapat 32 penderita yang tersebar di sebelas pedukuhan. Namun kemarin, kasus ini sudah merata di seluruh desa di Kecamatan Kokap. Di Desa Hargorejo ditemukan 2 penderita, Hargowilis 1 penderita dan di Desa Kalirejo ada 2 penderita. Sedangkan di Desa Hargotirto meningkat menjadi 43 Dinas juga sudah mendapatkan laporan adanya warga Kecamatan Wates yang juga ikut terserang. Kemungkinan kasus ini akan tyerus bertambah, seiring dilakukan pemeriksaan sampel darah massal (Mass Blood Survey) di Desa Hargotirto dalam dua hari ini.

”Ini sudha meluas di seluruh Kokap, makanya warga kita periksa sampel darahnya,” jelas Kasi Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kulonprogo, Slamet Riyanto.

Selain memeriksa sampel darah, dinas juga memberikan bantuan kelambu kepada warga masyarakat. Khususnya yang sedang hamil dan terdapat anak yang masih balita. Nantinya juga akan dilakukan penyemprotan Indoor Residual Spraying di rumah penderita. Dinas juga memberikan obat gratis kepada warga yang terdeteksi positif.

”fungsi kelambu ini tidak hanya mencegah dari gigitan nyamuk, tetapi juga mengandung insektisida yang bisa membunuh nyamuk yang menempel,” tuturnya.

Dirjen Pengendali Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementrian Kesehatan Pusat, Tjandra Yoga Aditama mengatakan kedatangannya untuk memantau perkembangan kasus malaria di Kulonprogo. Selain adanya peningkatan yang cukup tinggi, juga untuk memnatau kasus Hepatitis A di Kecamatan kalibawang.

Menurutnya pusat sebenarnya sudah mencanangkan daerah bebas malaria secara bertahap. Untuk Jakarta, Riau harus sudah bebas 2011. Sedangkan seluruh Jawa termasuk DIY akan dicapai pada 2015, dan Sumatera pada 2020.

”Kita juga serahkan 200 kelambu, 200 Rapid Test dan 300 sachet pestisida untuk penyemprotan nyamuk,” jelasnya.

Menurutnya untuk penanganan malaria tidak hanya dair individu pasien saja, Namun juga kebersihan lingkungan dan rumah. Untuk itulah dilakukan pengecekan darah untuk ditindaklanjuti dengan pengobatan.

”Minggu depan, sudah akan disemprot, untuk membasmi perkembangan,” ujarnya.

Kepala Instalasi Kejadian Luar Biasa Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular (BBTKL dan P2M) DIY, Mieng Nova Sutopo mengatakan pihaknya menurunkan tim untuk melakukan MBS. Selain itu juga melakukan survey lingkungan untuk mengetahui indikasi vector penyebaran malaria.

“Kita ingin tahu pasti vector penyebaran malaria ini, jenis nyamuk dan indukan nyamuk yang menyebarkan malaria ini,” ujarnya. (fiz)

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: