Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Hasil Laboratorium Positip, KLB Malaria

Hasil Laboratorium Positip, KLB Malaria

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Wabah penyakit Malaria juga terjadi di wilayah Kecamatan Kokap yang berbatasan dengan kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Selama bulan Januari sudah ada 32 warga yang menderita malaria, seuai gejala klinis yang ada. Mereka semuanya merupakan warga desa Hargotirto yang tersebar di 11 pedukuhan.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, mengatakan pihaknya tidak akan malu untuk menetapkan KLB malaria. KLB akan dilakukan jika hasil laboratoriumnya positif dari gejala klinis yang ada.

“Kalau hasilnya positip, akan kita tetapkan juga KLB,” tutur Hasto.

Kasus malaria bukan hal baru di Kulonprogo. Wilayah Kecamatan Kokap selama ini merupakan daerah endemis malaria. Penanganan biasanya lintas kabupaten dan provinsi dengan Purworejo Jawa Tengah. Sebab jika dilakukan sendiri-sendiri, nyamuk akan migrasi dan sulit terselesaikan.

Kasi Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kulonprogo Slamet Riyanto, mengatakan dibanding tahun lalu jumlah 32 kasus sudah cukup tinggi. Apalagi ini terjadi hanya dalam waktu singkat kurang dari sepuluh hari. Pada tahun lalu, hanya ada 159 kasus selama satu tahun. Puncaknya terjadi pad abulan September.

“Kalau dilihat dari kasusnya sudah meingkat dan bisa KLB,” ujarnya.

Untuk penanganan, besok pagi dan Minggu akan dilakukan pengambilan sampel darah dari para penderita. Setidaknya 80persen penduduk di Nganti dan Tirto, harus diperiksa darahnya.

Dinas sendiri telah melakukan tindakan pencegahan dengan elakukan pembagian kelambu. Selain itu juga disiapkan fogging untuk memutus mata rantai vector nyamuk.

Sekda DIY Ichsanuri mengatakan pemprov DIY siap membantu penanganan KLB di Kulonprogo. Ada anggaran tak tersangka yang disiapkan sekitar Rp20 miliar untuk penanganan kondisi darurat. Selain itu juga bisa diambilkan dana dari APBD.

“Anggaran ada dan bisa dipakai untuk menangani malaria,” jelas pejabat asli galur Kulonprogo ini.(fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: