Kulonprogonews's

Beranda » kriminal » Rusak Sarana PT JMI, Divonis Tiga bulan

Rusak Sarana PT JMI, Divonis Tiga bulan

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

Manajemen PT JMI Lapor Polisi Akibat Pengrusakan Fasilitas Proyek beberapa waktu lalu.

KULONPROGO – Dua terdakwa kasus perusakan pilot project milik PT Jogja Magasa Iron (JMI), Eko Fitrianto;25 dan Slamet;33 divonis pidana penjara selama 3 bulan. Oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Wates, keduanya dinyatakan bersalah melanggar pasal 170 jo pasal 55 KUHP.

Hakim Ketua Christina Endarwati, SH dalam amar putusannya, menyatakan keduanya secara sah dan terbukti bersalah melakukan perusakan. Untuk itu hakim menjatuhkan pidana penjara masing-masing tiga bula. Masa penahanan kota yang telah dijalani, dikurangkan darii pidana yang dijatuhkan.

“Atas putusan ini kami berikan waktu tujuh hari untuk berpikir, menerima atau banding,” tandas Cristina.

Hal yang memberatkan kedua terdakwa, karena perbuatannya ini telah meresahkan masyarakat, dengan sikap main hakim sendiri. Majelis hakim juga melihat selama persidangan para terdakwa tidak menunjukkan rasa penyesalan.

Penasehat hukum terdakwa dari POSBAKUM ADIN YogYakarta Eko Prihartono SH, mengaku keberatan dengan putusan hakim. Pihaknya akan menganalisa putusan tersebut berdasarkan fakta persidangan dan melakukan evaluasi pledoi yang telah sampaikan.

“waktu tujuh hari akan kita guakan maksimal untuk pikir-pikir. Tetapi kita yakin klien kami tidak bersalah,” tutur Eko usai persidangan. Kedua terdakwa didakwa bersalah melakukan perusakan pada sarana milik PT JMI pada 17 desember 2010 silam. Keduanya merupakan bagian dari masyarakat pesisir Kulonprogo yang menolak rencana penambangan pasir besi yang akan dilakukan oleh PT JMI.

Saat kejadian ada ratusan warga pesisir yang mendatangi pilot project, karena merasa terganggu denga aktivitas disana. Apalagi sempat ada sejumlah pelajar yang datang di lokasi pilot project untuk pengenalan lingkungan hidup pasca penambangan.

Pada aksi ini Eko merusak pipa pralon saluran air yang berada di dekat pos security. Sedangkan terdakwa Slamet merusak asbes toilet dengan cara melempar menggunakan batu.

Sekretaris Paguyuban Petani Lahan Pantai (PPLP), Sukarman mengaku prihatin dengan putusan ini. Keputusan ini menunjukkan majelis hakim tidak berpihak kepada masyarakat kecil, terutama petani. Sukarman juga mensinyalir putusan yang dijatuhkan majelis hakim tersebut merupakan indikasi untuk menggoyahkan perjuangan warga PPLP.(fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: