Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » 2013 Pelabuhan Adikarto Beroperasi

2013 Pelabuhan Adikarto Beroperasi

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

YOGYAKARTA – Pembangunan pelabuhan Tanjung Adikarto yang berada di Muara Sungai Serang, Kulonprogo ditargetkan akan selesai pada akhir tahun ini. Pelabuhan ini akan menampung kapal dengan bobot mati mencapai 150 grosston (GT) dan bisa dioperasinalkan pada 2013 mendatang.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Sudiyanta) mengatakan pada tahun ini akan kembali dibangun kolam pelabuhan dan dermaga. Selain itu juga akan disempurnakan pembangunan break water (pemecah gelombang), di sisi timur. Nantinya panjang breakwater akan mencapai 250 meter, sebegai pintu masuk kapal.

“Akhir tahun nanti diharapkan sudah selesai dan bisa untuk bersandar,” jelasnya.

Menurutnya pelabuhan ini nantinya akan menggunakan lahan seluas 10 hektar. Pada tahun ini akan dibangun kolam pelabuhan dengan pengerukan kolam. Selain itu juga akan dibangun dinding kolam, dan barier, penahan pasir darat masuk. Pusat akan menyelesaikan pembangunan breakwater, sebagai pintu masuk kapal.

“Setelah semuanya selesai, tinggal pembuatan alur kapal dengan kedalam empat meter. Dimuara sungai ini akan kita keruk,” jelasnya.

Komplek pelabuhan ini sendiri masih terkendala permasalahan lahan. Sebab dari kebutuhan 10 hektar tanahnya, hanya sekitar 2,1 hektar lahan yang siap. Sisanya sekitar 7,9 hektar meurpakan wilayah penambangan pasir besi sesuai dengan dokumen kontrak karya. Pemprov sendiri telah melakukan pendekatan dengan PT Jogja Magasa Iron (JMI) selaku pemrakarsa penambangan.

Hasil pembicaraan yang sudah dilakukan lahan yang saling bersinggungan ini akan dikeluarkan dari wilayah kontrak karya. Namun, masalah tersebut masih dalam proses lebih lanjut di pusat. Setelah ada rekomendasi pusat itulah, baru bisa dilakukan pengerjaan pengerukan kolam pelabuhan.

“Diperkirakan Maret sudah ada surat dari pusat untuk dasar pengerukan ini,”pungkasnya.

Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono berharap keberadaan pelabuhan ini akan menjadi upaya untuk memaksimalkan potensi perikanan di selatan Jawa. Pemprov DIY sendiri baru saja menerima bantuan empat kapal nelayan dari pusat. Kapal ini dibagikan kepada kelompok nelayan di Gunungkidul 2 kapal, Bantul dan Kulonprogo masing-masing satu kapal.

Keberadaan kapal besar ini akan menambah daya tangkap di tengah lautan. Jika selama ini hanya berangkat pagi dan siang pulang, dengan kapal besar bisa tiga atau empat hari. Tentu saja hasil tangkapan akan lebih ebsar dan lebih ikannya lebih diminati pasar.

“Nelayan harus bisa memaksimalkan potensi, utnuk kesejahteraan,”tuturnya.

Sultan sendiri mengaku tidak ada permasalahan pelabuhan dengan penambangan. Masalahnya sudah selesai dibicarakan. Toh, keberadaan pabrik juga tidak dilokasi pelabuhan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengatakan untuk penyelesaian pembangunan pelabuhan di Kulonprogo sudah dikoordinasikan dengan Departemen Pekerjaan Umum. Pada 2012 ini, Kementrian PU akan kembali membangun breakwater. Barulah ketika kondisi pintu masuk aman, akan dilanjutkan pengerukan pelabuhan untuk laju kapal oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan.

“Sudah kita koordinasikan, dengan PU,” jelasnya. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: