Kulonprogonews's

Beranda » Budaya » Gunarti Gunakan Modus Lelayu

Gunarti Gunakan Modus Lelayu

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Kepolisian Sektor(Polsek) Wates berhasil mengamankan seorang ibu rumah tangga, Gunarti(39) warga Dusun Dalangan, Desa Triharjo, Kecamatan Wates karena telah melakukan penipuan pada Senin(2/1/2012) lalu. Ibu dua anak ini ditangkap karena telah menipu Mujiono, seorang pengusaha penggilingan beras dengan modus berpura-pura disuruh membeli beras untuk keperluan acara lelayu(orang meninggal dunia).

Di hadapan petugas, Gunarti mengaku sudah melakukan aksi penipuan dengan modus tersebut sebanyak empat kali. Dari aksinya tersebut, dirinya berhasil membawa beras hingga ratusann kilogram.Kejahatan ini terpaksa dilakukannya karena terbelit hutang cicilan sepeda motor.

Mengenakan kaos bermotif doreng, ibu paro baya ini mengatakan, ide untuk melakukan penipuan ini muncul saat dirinya melihat ada bendera putih pertanda ada warga yang meninggal dunia. Dirinya kemudian mencaritahu identitas warga yang meninggal tersebut dan kemudian langsung mencari toko atau tempat penggilingan gabah terdekat untuk membeli beras. Setelah menemukan tempat yang akan ditipunya, dirinya kemudian langsung mengaku kalau kerabat dari warga yang meninggal dunia dan disuruh untuk membeli beras.

”Saya cari tahu identitas warga meninggal dulu baru kemudian mencari warung atau penggilingan padi terdekat,”katanya saat diperiksa penyidik di Polsek Wates, Rabu(4/1/2012) siang.

Untuk meyakinkan pemilik warung atau penggilingan padi, dalam setiap menjalankan aksinya Gunarti selalu memberikan uang muka antara Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Setelah berhasil meyakinkan, pelaku kemudian langsung membawa beras dengan menggunakan sepeda motor miliknya. Beras hasil penipuannya ini kemudian digunakan untuk keperluan memasak setiap hari dan sebagian lagi dijual ke pasar dengan harga Rp 7000 perkilogram.

Dengan menundukan wajahnya, Gunarti mengatakan kalau sebenarnya suaminya yang berprofesi sebagai buruh mengetahui tindakan jahatnya. Bahkan dalam tiga aksi sebelumnya, suaminya sudah melunasi uang kepada pemilik warung yang telah ditipunya. ”Suami saya tahu kalau saya sering menipu. Bahkan sebelumnya dia sudah mengganti uang kepada pemilik warung yang saya tipu. Saya juga sudah diberitahu untuk tidak melakukan hal itu lagi,”jelasnya.

Akibat perbuatannya ini, Gunarti terancan hukuman penjara empat tahun penjara. Petugas menjeratnya dengan pasal 378 dan 372 tentang penipuan dan penggelapan.(tbn)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: