Kulonprogonews's

Beranda » Budaya » Sultan : Kabupaten Bisa Tangani Bencana

Sultan : Kabupaten Bisa Tangani Bencana

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

Pohon Tumbang Akibat Puting Beliung

YOGYAKARTA Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono meminta bupati/walikota yang ada di DIY untuk ikut membantu penanganan bencana di daerah masing-masing. Jangan sampai semua kejadian bencana dibebankan kepada pemerintah provinsi (pemprov).

”Saya rasa kabupaten masih bisa menangani, tidak harus provinsi,” jelas Sultan di kepatihan kemarin.

Menurut Sultan musibah banjir dan tanah longsor telah menimpa sebagian masyarakat DIY. Mereka butuh bantuan logistik dan kepentingan lain. Pemprov aka berusaha untuk menangani permasalahan banjir di Sungai Winongo, Gajah Wong dan Code. Diantaranya dengan mendistribusikan bronjong. Warga sendiri diminta membuat tanggul darurat dengan memaksimalkan pembuatan tanggul dari kantong-kantong pasir.

”Kebutuhan kita lebih dari 5000 meter, jadi masih perlu tambah,” tutur Sultan.

Sultan sendiri berencana menggelar rapat koordinasi dengan lima kabupaten/kota dan muspida. Rakor bencana ini rencananya akan dilaksanakan hari ini. Sultan juga akan melakukan pengecekan aliran Sungai Gendol, Sleman.

Sultan sendiri telah memerintahkan biro Hukum provisi DIY untuk segera menerbitkan SK siaga darurat bencana. SK ini akan menjadi dasar penggunaan anggaran penanganan bencana, baik yang bersumber APBD ataupun yan ada di BPBD.

”Mungkin besok (hari ini) SKnya sudah ada, tadi saya sudah perintahkan,” tutur Sultan.

Sekda DIY Ichsanuri mengatakan ada anggaran yang siap digunakan untuk penanganan bencana. Diantaranya dari BPBD senilai Rp8 miliar dan dana dari pihak ketiga Rp14 miliar. Dana ini akan segera dicairkan SK siaga darurat sudah ada.

Keputusan membuat siaga darurat dilakukan dengan mendasarkan atas prediksi dari badan meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Dimana di DIY diprediksikan akan mengalami puncak musim penghujan pada akhir Januari hingga awal Februari.

”Dana itu untuk penanganan kondisi darurat,” jelas Ichsanuri.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Budi Antono mengaku untuk menetapkan siaga darurat butuh adanya SK dari gubernur, yang didukung minimal dua kabupaten/kota. Karena lokasinya berada dalam satu provinsi, maka penanganan bencana ini menjadi kewenangan dari BPBD. Mulai dari penanganan, pengucuran dana hingga proses pembangunan fisik.

Siaga darurat ini, juga tidak lepas dari data yang dikeluarkan oleh BMKD dan Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). Pasca erupsi Merapi 2010, kondisi Merapi masih mengancam. Dimana masih terdapat ratusan meter kubik material yang bisa terbawa aliran lahar dingin.

“Informasinya Kota sudah ada SKnya, tingal Sleman atau Bantul,” jelasnya. (fiz)


2 Komentar

  1. M Arbain Arizandy mengatakan:

    Tanggap bencana…sebuah keharusan di saat negeri sedang rawan terhadap bencana, semua lapisan masyarakat harus siaga satu…!!! tidak hanya elemen pemerintah yang terkait tapi semua masyarakat bahkan diri sendiri dan keluarga masing-masing
    Salam
    http://arebyne.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: