Kulonprogonews's

Beranda » Budaya » Alokasi Dana Untuk TPA Minim

Alokasi Dana Untuk TPA Minim

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Perhatian pemerintah Kabupaten (pemkab) Kulonprogo terhadap perkembangan Taman Pendidikan Alquran (TPA), masih kurang. Setiap tahun hanya memberikan bantuan sekitar Rp 250 juta. Padahal ada sekitar 576 TPA yang tersebar di 12 kecamatan.

Bantuan pemkab ini masih cukup diharapkan bagi perkembangan TPA di Kulonprogo. Dimana TPA merupakan wadah bagi anak-anak usia dini untuk belajar dan mengaji. Selain membentuk mental generasi Qurani, dan mmebentuk anak sholeh.

Bantuan sebanyak ini, dialokasikan bagi 576 TPA sesuai dengan grade di badko TPA/TKA. Setiap TPA mendapatkan alokasi sekitar Rp150 ribu-Rp300ribu tergantung grade tadi. Badko sendiri mencatat ada sekitar 2.616 ustad/ustadzah yang mengurusi TPA. Artinya, setiap tahun, para usta ustad ini hanya mendapatkan bantuan Rp 200 ribu.

“Bantuannya untuk ustad hanya segitu,” jelas Ketua Gebyar TPA 2011 se-Kabupaten Kulonprogo Heru Supi Irianto, disela pelaksanaan gebyar TPA di Masjid Agung Wates kemarin.

Gebyar santri TPA kemarin dihadiri sekitar sepuluh ribu snatri se –Kulonprogo. Ini merupakan agenda rutin tiga tahunan, yang digilir bersama dengan Wisuda, dan Festival Anak Sholeh. Sejumlah TPA tampil membawakan beberapa kreasi yang bernafaskan Islami. Mulai dari menyanyi, nasyid, hingga cerita kolosal. Anak-anak juga dihibur oleh ustad Kak Bimo.

Assek I Sarjono mengatakan Pemkab Kulonprogo memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan gebyar santri ini. Kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan peranan TPA/TKA dalam membimbing anak-anak. Diharapkan dari kegiatan ini bisa memunculkan anak yang sholeh.

“Moral anak harus dididik sejak dini, salah satunya melalui TPA,” jelas sarjana membacakan sambutan bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo.

Ditambahkannya, anak-anak harus terus termotivasi untuk aktif mengaji. Selain merupakan ibadah, akan menjadikan generasi muda yang kokoh. Hal ini sangat dibutuhkan dalam membangun Kulonprogo di masa mendatang. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: