Kulonprogonews's

Beranda » Budaya » Raperda Zonasi pesisir dan Pulau kecil DIY dITETAPKAN

Raperda Zonasi pesisir dan Pulau kecil DIY dITETAPKAN

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

YOGYAKARTA – Penetapan raperda Rencana Zonasi wilayah Pesisir dan
Pulau-pulau Kecil Lainnya Provinsi DIY, kemarin siang diwarnai aksi
walkout oleh Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD DIY. Dua
anggota DPR lainnya dari Fraksi Pembangunan Nurani peduli Indonesia
Raya (PNPI Raya), juga tidak setuju raperda ini ditetapkan.
Secara umum raperda yang memuat 113 pasal ini bisa diterima oleh tujuh
fraksi yang ada di DPRD termasuk FPKB dan Fraksi PNPI Raya. Masalah
hanya pada paragraf 6 Zona Pertambangan yang memuat pasal 63 Kebijakan
zona pertambangan, pasal64 Strategi pengembangan Zona Pertambangan dan
Pasal 65 Arah pengembangan zona pertambangan.
Dalam pandangan umum pansus, FPKB secara tegas minta agar ketiga pasal
tersebut untuk ditiadakan. Pasal ini berimplikasi terhadap eksploitasi
SDA yang ada di pesisir selatan Yogyakarta. Hal ini rentan berdampak
terhadap kerusakan alam. Selain itu tata kelola wilayah pesisir dan
pulau kecil, sarat dengan keilmuwan tanpa harus meninggalkan
pertimbangan social ekonomi.
Padahal di Kabupaten Kulonprogo, secara jelas menunjuk kecamatan
Galur, wates dan Panjatan sebagai zona pertambangan. Padahal saat ini
merupakan lahan pertanian produktif yang sebelum dikelola merupakan
lahan marginal.
“Kalau di voting, kita akan walkout,” ujar Ketua FPKB Sukamto.
Hal yang hampir sama juga disampaikan oleh Fraksi PNPI Raya, yang
menyatakan ada perpecahan di internal fraksinya. Dari empat partai
pengusung, PPP dan Hanura juga ingin agar pasal tersebut didrop.
Ketua DPRD Yoeke Indra Agung Laksana, akhirnya menskorsing paripurna
setelah mendengar pandangan umum fraksi. Skorsing dilakukan karena
tidak ada kesepakatan yang diambil. Skorsing sendiri dilakukan untuk
melobi di tingkat fraksi. Hanya saja, sepuluh menit skorsing tetap
tidak menemukan hasil.
Usai sidang dilanjutkan, lima anggota FPKB memilih meninggalkan ruang
rapat (walkout) sebelum dilakukan voting. Sedangkan dua anggota dari
Fraksi PNPI Raya tetap mengikuti sidang. Hanya saja dalam penetapan
Edi Susilo (PPP) dan haris Sutarto (Hanura) menyatakan menolak raperda
tersebut ditetapkan. Raperda ini sendiri akhirnya ditetapkan dengan
catatan.
“Masalah ini masih rawan konflik, apalagi dikelola investor asing,”
tandas Sukamto.
Sukamto juga beralasan aspirasi masyarakat di pesisir Kulonprogo yang
akan terkena dampak penambangan pasir besi juga masih menolak. Tidak
ada salahnya aspirasi ini juga didengar. Akan lebih bagus jika masalah
diselesaikan dulu sebelum perda ditetapkan.
“Prinsip kita setuju penambangan tetapi masalah harus diselesaikan,”
jelasnya. Penambangan juga harus membeirkan dampak peningkatan
kesejahteraan di masyarakat.
Anggota FPNPI Raya Haris Sutarto mengatakan keberadaan tiga pasal
tersebut tidak efektif. Apalagi pasal ini banyak mentransfer dari
perda RTRW yang ada. Kendati ada legalitas kalau tidak bias dilakukan
juga percuma.
“Kalau itu tidak efektif, buat apa dipaksankan. Lebih baik di
hilangkan saja,” tegas politisi Hanura ini.
Wakil ketua DPRD Tutik M Widyo tidak mempermasalahkan adanya fraksi
yang walkout dan ada anggota yang tidak setuju. Itu merupakan hal
lumrah dalam sebuah demokrasi, jika tidak ada kesepakatan.
“Kalau pasal ini salah, pasti pusat akan melakukan koreksi,” ujarnya.
Sementara itu Gubernur DIY, Sultan Hamengkubuwono mengatakan tidak ada
permasalahan dalam penetapan perda zonasi. Itu hak dari masing-masing
fraksi dalam menentukan sikap.
“Tidak masalah (ada yang menolak),” ujarnya. “Pertambangan juga akan
terus berjalan,” tandasnya.
Selain perda Zonasi, kemarin juga ditetapkan perda pengelolaan barang
daerah. Perda ini tidak ada masalah dan bias ditetapkan dengan
mufakat. (FIZ)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: