Kulonprogonews's

Beranda » Budaya » Sembilan Lokasi Bandara Baru di DIY

Sembilan Lokasi Bandara Baru di DIY

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com


*Pemprov Siapkan Sisi regulasi

YOGYAKARTA – Tim feasibility study (FS) pembangunan bandara internasional di DIY, akan melakukan studi di sembilan titik. Tiga lokasi akan dilakukan di Kulonprogo, dua lokasi di Bantul dan dua lokasi lagi di Sleman dan dua lokasi di Gunungkidul.

”Kalau kemarin ada tujuh lokasi sekarang akan bertambah menjadi sembilan titik lokasi calon bandara,” jelas Sekda Kulonprogo Budi Wibowo.

Di Kabupaten Kulonprogo, ketiga lokasinya akan berada di pesisir selatan. Yakni di ruas Bugel-Pleret Kecamatan Panjaran, Glagah-Paliyan di Kecamatan Temon dan di Tuksono Kecamatan Sentolo. Sedangkan di Bantul di Pajangan, dan Kecamatan Pleret. Untuk wilayah Sleman di Minomartani dan Kalasan. Sedangkan di Gunungkidul di Playen dan gading.

Dari sembilan lokasi ini, nantinya akan dilakukan penelitian oleh tim ahli dan konsultan yang ditunjuk oleh angkasa pura. Setiap pekan akan dilakukan pertemuan dan evaluasi atas lokasi-lokasi yang telah disurvey.

”Hasil studi FS ini yang akan menjadi kunci dimana lokasi yang paling ideal,” jelasnya.

Menurutnya, dari tiga kabupaten yang ada hanya Kulonprogo yang paling siap menerima rencana investasi mega proyek. Selain sudah masuk dalam perda tata ruang, juga sudah ada rekomendasi dari gubernur DIY. Rekomendasi tertulis ini telah disampaikan pada rapat kerja rencana penyusunan tata ruang nasional. Ini akan menjadi salah satu kelebihan untuk beradu argumen dengan pemerintah pusat.

”Secara regulasi kita paling siap,” ujarnya.

Meskipun demikian, mantan Irda Kulonprogo ini menyerahkan sepenuhnya lokasi pembangunan kepada tim. Apalagi di Kulonprogo sudah banyak muncul spekulan tanah. Tingginya harga tanah, bisa menjadi kendala pembangunan, seperti di Buleleng Bali.

Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi (Dihubkoinfo) DIY Tjipto Haribowo, mengatakan keberadaan bandara internasional di Yogyakarta cukup mendesak. Sebab bandara yang ada tidak bisa digunakan mendarat pesawat berbadan lebar. Selain itu tingkat kedatangan penumpang juga melebhi kapasitas yang ada.

Bandara Adisutjipto hanya memiliki kapasitas untuk 1,5 juta penumpang per tahun. Padahal saat ini penumpang yang dilayani mencapai3,5 juta per tahun.

”Lima tahun kedepan harus sudah ada bandara baru,” jelasnya.

Feasibility Study  yang mulai dilakukan PT Angkasa Pura bersama tim ahli dan konsultan akan menjadi titik sentral dimana lokasi bandara. Hasil studi ini akan ditindaklanjuti dengan pembangunan master plant. Darisanalah akan digunakan untuk mengajukan ijin lokasi kepada Departemen Perhubungan.

Studi yang dilaksanakan ini, nantinya akan dilaksanakan secara menyeluruh. Baik dari studi lingkungan, ekonomi, sosil budaya ataupun politik. Semua biaya yang muncul akan ditanggung oleh Angkas Pura selaku pemrakarsa.

”Untuk finalisasi lokasi,nantinya akan dilelang tetapi Angkasa pura yang banyak memiliki keunggulan,” ujarnya.

Guna mendukung kelancaran proses ini, pemprov DIY akan menyediakana semua kebutuhan pendukung. Termasuk sisi regulasi dan aturan normatif.(fiz)


2 Komentar

  1. ayip7miftah mengatakan:

    Terus bagaimana dgn Bandara Adisucipto selanjutnya??

  2. mh suharjo mengatakan:

    Sebagai putra Kulonprogo yang saat ini masih berada dalam perantauan mendengar berita akan dibagunnya bandara baru Yogyakarta di Kulonprogo merasa ikut bergembira. Kegembiraan tersebut karena apabila rencana pembangunan bandara tersebut direalisasikan tentu akan meningkatkan kegiatan perekonomian tidak hanya di Kulonprogo akan tetapi juga di Jawa Tengah bagian selatan. Bila bandara baru berlokasi di Kulonprogo bagian selatan maka akan ideal sekali karena berdekatan dengan pantai sebagaimana kebanyakan bandara di tempat lain. Disamping itu juga jarak dengan bandara Adisumarmo Solo dan Ahmad Yani Semarang tidak terlalu dekat sehingga terdapat penyebaran yang lebih merata. Akhirnya kami berharap semoga rencana ini terlaksana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: