Kulonprogonews's

Beranda » Budaya » Feasibility Study Bandara Dimulai

Feasibility Study Bandara Dimulai

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com


*Tujuk Titik Segera Disurvey

YOGYAKARTA – Rencana pembangunan Bandar udara (bandara) berstandar internasional di Yogyakarta memasuki babak baru. Terhitung mulai Senin (5/12), kemarin studi kelayakan (Feasibility Study) dimulai. Feasibility ini untuk menentukan lokasi pembangunan bandara.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan daerah (Bappeda) Diy, Agus Langgeng Basuki, mengatakan pemkab Kulonprogo baru saja mengikuti pertemuan dengan Angkasa Pura I, bersama konsultan. Acara yang dilaksanakan di Hyatt Hotel ini, untuk memastikan rencana pembangunan bandara baru.

Sesuai hasil pertemuan Kick off meeting studi kelayakan dan masterplan bandara internasional, FS ini akan ditangani konsultan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan luar negeri. FS ditargetkan selesai pada tiga bulan kedepan. Usai studi FS kelar, akan dilanjutkan studi master plant juga dalam kurun waktu tiga bulan kedepan.

”Pertemuan ini disepakati dimulainya studi feasibility study,” tuturnya.

Menurut Langgeng, sampai saat ini belum ada lokasi pasti dimana bandara akan dibangun. Studi ini akan menggunakan tujuh titik penelitian. Tiga di Kulonprogo, satu di Bantul, satu Gunungkidul dan satu lagi di Sleman.

”Hasil study itu untuk menentukan lokasi paling ideal,” jelasnya.

Bandara yang akan dibangun ini, nantinya mmebutuhkan lahan seluas 600 hektar. Jika Kulonprogo layak, akan dikembangkan di kawasan pesisir. Lahan yang akan dipakai merupakan lahan pakualam Ground dan sebagai lahan milik penduduk. Bandara ini akan diintegrasikan dengan kawasan pendukung, mulai dri pusat bisnis, dan juga kawasan perhotelan.

”Studi FS ini, merupakan kelanjutan dari MoU dari pembangunan bandra Ngurah rai di Denpasar,” imbuh Langgeng.

Pemkab Kulonprogo, kata dia, telah menyiapkan beberapa tindaklanjut untuk pembangunan bandara. Jika hasilnya layak dan di Kulonprogo, akan disusun plan tata ruang strategis bandara. Anggaran yang disediakan mencapai Rp 150 juta pada anggaran 2012 nanti.

Asisten Manager Humas dan Tapor (data dan laporan) PT Angkasa Pura I Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, Isye Yuviana terpisah mengatakan pihaknya terlibat dalam studi kelayakan pembangunan bandara karena sebagai pengelola. Sehingga keterlibatan dam studi kelayanan pembangunan bandar itu sangat mutlak.

”Kami mamang harus terlibat dalam studi kelayakan itu. Sebab kami adalah operator bandara yang mengoperasikan semua kegiatan bandara,” jelasnya.

Sekda DIY Ichsanuri mengatakan sejauh ini belum mendengar adanya perkembangan dalam pembahasan bandara. Namun hasil koordinasi dengan Komisi I DPRD, feasibiliti studi akan ditangani oleh Angkasa Pura. Nantinya bandara ini akan dibuat sebagai kawasan terpadu.

”Seperti di Cengkareng, nanti akan ada jalan tol,”ujarnya.

Melihat proses yang masih panjang, Ichsanuri pesimis dalam tahun 2012 proses pembangunan fisik sudah bisa dimulai. Setidaknya butuh adnaya kajian-kajian lebih mendalam dalam penentuan lokasi dan proses pembangunan. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: