Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Ratusan Ijasah Ditangarai Masih Ditahan

Ratusan Ijasah Ditangarai Masih Ditahan

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

*Terkendala Biaya Administrasi

YOGYAKARTA – Puluhan bahkan ratusan ijasah milik mantan siswa di jenjang SLTA/SMK di DIY, ditengarai masih ditahan di sekolah. Keterbatasan ekonomi menjadikan orang tua wali siwa, tidak sanggup mengambil ijasah tersebut. Dinas pendidikan sendiri belum memiliki langkah yang jelas terkait fenomena ini.

Penahanan ijasah ini mayoritas terjadi pada sekolah swasta. Saat kelulusan para siswa ini belum memenuhi kewajibannya terhadap sekolah. Mereka menunggak pembayaran, dari SPP ataupun sumbangan sekolah lainnya. Kondisi inilah yang melaterbelakangi sekolah menahan ijasah. Ijasah baru akan diberikan ketika telah terjadi pelunasan.

”teman-teman seangkatan saya, banyak yang belum mengambil,” jelas Windarto salah seorang lulusan sebuah SMA swasta di Kulonprogo.

Menurutnya saat lulus dirinya harus membayar administrasi senilai Rp 1 juta. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, membuat upaya untuk mendapatkan ijasah tertahan hingga sekarang. Padahal dia sudah lulus sekolah sejak 1999 silam.

Pasca lulus dirinya sempat bekerja di Jakarta dengan berbekal fotokopi ijasah yang dilegalisasi. Namun saat ini dia memilih pulang di kampung halamannya di Wates, dan menjadi buruh serabutan.

”Inginnya bisa ambil ijasah itu untuk kerja lebih baik,” jelasnya.

Pegawai tata usaha SMA Muhammadiyah wates, Ngadiyono, mengaku pihak sekolah tidak menahan ijasah tersebut. Hanya saja banyak siswa yang belum melunasi kewajibannya. Untuk itulah sekolah terpaksa menahan. Ijasah akan diberikan ketika kewajiban administrasi dipenuhi.

”Ada siswa sejak kelas I tidak bayar, jadinya kita tahan dulu,” ujarnya.

Sekolah sendiri tidak pernah menyulitkan siswanya untuk mendapatkan ijasah tersebut. Bahkan siswa diberikan kemudahan meminjam ijasah untuk difotokopi untuk keperluan mencari kerja. Tidak sedikir usai bekerja, mereka datang untuk mengambil ijasahnya.

Kendati tidak merinci jumlahnya, namun ijasah yang belum diambil sudah sejak lama. Bahkan sejumlah siswa yang lulus pada 1990 masih ada yang belum mengambil ijasah. Setiap tahun ada penambahan, kendati jumlahnya fluktuatif.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (disdikpora) DIY Kadarmanto Baskoro Aji mengaku sejauh ini tidak ada laporan yang masuk ke Dinas Pendidikan provinsi. Praktis dinas tidak memiliki data valid, berapa ijasah yang masih ditahan.

Kendati demikian, Baskoro Aji tidak menutup mata adanya wacana tersebut.  Itu terjadi karena ada kekurangan dalam pembayaran di sekolah.

”Prinsip tidak boleh ditahan, dan harus diberikan,” jelasnya.

Ada beberapa cara yang bisa ditempuh sekolah dalam mengatasi masalah administrasi. Apakah dengan cara mencicil, melakukan eprjanjian antara sekolah dengan orang tua atau dengan bantuan pihak ketiga. Selain itu masih banyak beasiswa pendidikan, ataupun program dari lembaga swadaya masyarakat. Termasuk kebijakan membebaskan peserta didik yang memang tidak mampu membayar.

”Menahan itu tidak boleh, tapi juga jangan ngemplang,” tambahnya.  (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: