Kulonprogonews's

Beranda » Budaya » Tradisi Tumpengan Awali Penggalian Sumur

Tradisi Tumpengan Awali Penggalian Sumur

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Beragam tradisi di masyarakat untuk mengawali penggalian sumur baru di pekarangan rumah, salah satunya seperti yang dilakukan oleh warga Dusun Krikil, Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo. Mereka menggelar acara tumpengan untuk meminta keselamatan dan kemudahan mendapatkan sumber air.

Tradisi tumpengan untuk mengawali penggalian sumur sudah dilakukan oleh warga Dusun Krikil sejak jaman nenek moyang, dan hanya dilakukan pada musim kemarau untuk mencegah tanah longsor saat proses penggalian berlangsung. Hal menarik lainnya adalah, penggalian sumur dilakukan secara bergotong-royong sehingga tidak mengeluarkan biaya banyak.

Makanan yang disajikan berupa nasi tumpeng, ayam ingkung, nasi golong, nasi ambeng serta beragam jajanan pasar. Semuanya disusun rapi di atas tikar dikelilingi oleh tetua adat, pemuka agama, pemilik rumah, warga setempat dan para penggali sumur.

Setelah semua sesaji siap, pemuka agama membacakan doa sambil membakar kemenyan di dekat lokasi pengalian sumur. Para warga meminta bimbingan dan kesemalatan dari Tuhan YME selama proses penggalian berlangsung. Prosesi selanjutnya adalah memotong tumpeng disertai sesaji untuk diletakkan tepat ditengah  pusaran tanah pengalian sumur.

Menurut Triyono warga setempat, masyarakat selalu mengawali penggalian sumur dengan tradisi tumpengan karena sudah dilakukan masyarakat secara turun-temurun.

“Selain sebagai kebiasaan, tradisi ini harus diteruskan ke generasi berikutnya agar tetap lestari dan tidak punah terkikis kemajuan jaman,” jelasnya.

Parjono pemilik rumah mengungkapkan, memanjatkan doa kepada Tuhan YME agar para penggali sumur diberikan keselamatan selama bekerja serta sumber air bagus agar berguna untuk keluarga dan lingkungan sekitar.

“Sumur akan digunakan oleh tiga kepala keluarga yang rumahnya berdampingan,” ungkapnya.

Tradisi tumpengan ini diakhir dengan acara kembul bujono atau makan bersama setelah didoakan pemangku adat setempat. Makanan sesaji dipindahkan ke lokasi lain agar tidak mengganggu proses penggalian sumur. Untuk dusun kricak, sumur biasanya mencapai kedalaman 8 meter dan selesai digali selama seminggu. Air bersih baru melimpah setelah memasuki musim penghujan. (ntk)

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: