Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Gegana Ledakkan Mortir Sisa Perang Dunia ke-2

Gegana Ledakkan Mortir Sisa Perang Dunia ke-2

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Penjinak Bahan Peledak (jihandak) Gegana Polda DIY musnahkan mortir aktif sisa perang dunia kedua di Lapangan Olahraga Agen Polisi Sanun mako Brimob Polda DIY Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulonprogo. Mortir aktif ditemukan saat warga Dusun Ploso Desa Banguncipto saat menggali tanah membuat pondasi rumah.

Tak ingin ambil menjadi korban ledakan karena memindahkan mortir dari tanah kedalam 50 sentimeter, Ngatijan melaporkannya ke polisi setempat. Benda asing berupa mortir lengkap terpasang hulu ledak dan sayap pengendali gerak, diamankan di Polsek Sentolo sembari menunggu kedatangan Tim Jihandak Gegana Polda DIY.

Hulu ledak berukuran panjang 20 sentimeter, lebar 5 sentimeter dan berat 1,5 kilogram dikategorikan dalam kelas high explosif, berfungsi menghancurkan material padat atau bangunan. Walaupun sudah berkarat, namun masih aktif dan dapat meledak jika terkena guncangan kuat.

Hulu ledak yang ditemukan warga setempat merupakan salah satu roket luncur sisa perang dunia kedua yang tidak meledak saat terjadi perang di perbatasan Kulonprogo dengan Kabupaten Sleman. Pada tahun 1940-an, Daerah Ploso merupakan lintasan pasukan jepang yang berusaha menguasai Yogyakarta sebagai Ibukota Indonesia.

Iptu Suripto Wakil Kepala Subdin Gegana Polda DIY mengatakan, mortir memiliki daya ledak kuat sehingga pemusnahannya harus berlokasi jauh dari rumah penduduk. Walaupun sudah berusia setengah abad, namun kekuatannya tak menurun sedikitpun seperti mortir yang baru saja diproduksi.

“Gegana menduga mortir tidak meledak karena tertinggal saat melakukan mobilisasi penjajah ke kota Yogyakarta,” tukasnya.

AKP Rubingun Kanit Reskrim Polsek Sentolo menuturkan, mortir ditemukan warga saat kerja bakti menggali tanah pekarangan. Cangkul mengenai benda keras seperti besi terkena pukulan.

“Saat dipindahkan ke permukaan tanah ternyata merupakan mortir aktif model jaman perang,” jelasnya.

Minimnya fasilitas gudang penyimpanan yang dimiliki Gegana Polda DIY, membuat tim jihandak harus memusnahkan hulu ledak tak jauh dari lokasi Polsek Sentolo. Mereka memilih lapangan sanun di dalam kompleks Mako Brimob Sentolo karena terlindung dinding tinggi dan jauh dari aktivitas masyarakat. Saat diledakkan, dentuman keras dan kilatan api keluar dari lubang galian sedalam satu meter. (ntk)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: