Kulonprogonews's

Beranda » Budaya » LIPI Pasang Wing Marker di Elang Brontok

LIPI Pasang Wing Marker di Elang Brontok

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Setelah 5 tahun melewati proses rehabilitasi, elang jenis brontok dipasang wing marker dan chip sebagai sarana untuk memudahkan jejak rekam setelah dilepas-liarkan ke alam bebas. wing marker didatangkan khusus oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) karena mahalnya alat dan harus didatangkan dari amerika serikat.

Salah satu tahap yang harus dilakukan sebelum satwa milik Negara dikembalikan ke habitatnya adalah pemasangan tanda dan mikrochip di tubuh hewan. Tak terkecuali untuk Elang Brontok atau Nisaetus Cirrhatus yang siap release di Taman Satwa Yogyakarta, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih Kabupaten Kulonprogo.

Wing marker atau penanda sayap dipasang di pangkal sayap satwa sebagai sarana memudahkan rekam perkembangan, jejak migrasi hingga pola bertahan hidup di alam liar. Wing marker ramah lingkungan berbahan finil harus dibeli dari Amerika, karena Indonesia belum mampu memproduksinya. Mahalnya wing maker ini sehingga hanya LIPI yang mampu menyediakannya untuk kepentingan konservasi.

Mikrochip yang ditanamkan di bawah kulit satwa disediakan oleh kementrian kehutanan sebagai alat registrasi satwa langka sitaan negara agar mudah dilacak ketika oknum memperdagangkan satwa milik negara. Dari 9 elang berbagai jenis di taman satwa yogyakarta, satu burung sudah siap dan memasuki tahap habituasi atau penyesuaian dengan lingkungan baru.

Menurut Dewi Malia Prawiradilaga Peneliti Senior dan Pemerhati Rapto LIPI, penggunaan wing marker untuk memudahkan pemantauan pasca pelepasliaran, sekaligus untuk membedakan antara individu yang satu dengan yang lainnya.

“Bahan yang digunakan biasanya berwarna mencolok sehingga memudahkan peneliti dalam pengamatan,” ujarnya.

Hari Subagiadi Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta mengungkapkan, Elang Brontok dinilai layak untuk dilepasliarkan setelah menjalani rangkaian proses rehabilitasi di taman satwa yogyakarta.

“Dari hasil pemeriksaan medis, check darah, penilaian kelayakan pelepasliaran, kemandirian untuk mencari mangsa, elang brontok siap untuk dikembalikan ke alam,” ungkapnya.

Untuk memperkuat insting elang brontok memangsa di alam liar, satwa langka ini dilepaskan di kandang besar untuk melatih terbang dan memburu mangsa yang berlarian di tanah. Memindahkan ke kandang baru juga mempercepat proses penyesuaian elang dalam menghadapi lingkungan baru dan predator lain. (ntk)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: