Kulonprogonews's

Beranda » Budaya » Warga Dusun Cublak Berebut Air Bersih

Warga Dusun Cublak Berebut Air Bersih

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Melihat mobil dropping air tiba, puluhan warga langsung berlari pulang mengambil jrigen dan ember. musim kering berkepanjangan membuat akses air bersih terbatas dan kebutuhan akan air minum di wilayah perbukitan menoreh kabupaten kulonprogo semakin tinggi. kondisi ini diperkirakan terus berlangsung hingga bulan desember.

Inilah waktu yang ditunggu-tunggu oleh 300 kepala keluarga di Dusun Cublak, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo Kabupaten Kulonprogo. Bantuan air bersih sebanyak 5 ribu liter dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Girimulyo dan Propinsi DIY tiba. Warga setempat yang beraktivitas di pasar cublak langsung membubarkan diri mengambil penampungan air di rumah masing-masing.

Tak sabar menunggu giliran, ember-ember yang sudah penuh langsung diciduk warga untuk diisi ke dalam jrigen dan ember masing-masing. Beberapa relawan tagana berusaha menenangkan warga agar tidak berebut, namun tak digubris para warga. Tak kehilangan akal, tutup jrigen pun digunakan untuk mengambil air, bahkan ada yang menurunkan tandon air ukuran besar untuk menampung dalam jumlah banyak.

Droping air bersih dilakukan di 60 titik tersebar dalam 5 kecamatan rawan bencana kekeringan, yaitu Kecamatan Girimulyo, Samigaluh, Kalibawang, Nanggulan dan Pengasih. Warga harus bersabar menunggu giliran droping air bersih karena keterbatasan kendaraan pengangkut. Dalam sehari hanya mampu mengantar di 5 titik dengan kapasitas 5 ribu sekali kirim.

Menurut Rahmat Haryadi Tagana Kulonprogo, 300 ribu liter air bersih diberikan secara gratis kepada warga kulon progo yang mengalami kekurangan air bersih selama musim kemarau panjang.

“Pekerjaan mengantar air bersih ke para warga akan terus dilakukan oleh para sukarelawan tagana hingga memasuki musim penghujan,” jelasnya.

Suroso salah satu warga cublak mengungkapkan, selama tidak ada bantuan, warga patungan membeli air bersih seharga 50 ribu rupiah untuk satu tandon air kapasitas 500 liter. Hanya dalam semalam sudah habis karena digunakan bersama-sama oleh warga sekitar.

“Bagi warga kurang mampu, mereka terpaksa mencari sumber air yang masih mengalirkan air bersih,” tambahnya.

Beberapa warga telah berupaya menggali sumur di pekarangannya, namun belum membuahkan hasil. Hingga kedalam 8 meter, belum terlihat tanda-tanda aliran sungai bawah tanah, bahkan ada yang telah menggali sumur selama sebulan karena permukaan tanah terbuat dari lapisan batu padas. (ntk)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: