Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Gelombang Laut 7 Meter Porak-porandakan Pantai Trisik

Gelombang Laut 7 Meter Porak-porandakan Pantai Trisik

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Cuaca ekstrim di pesisir pantai selatan pulau jawa menyebabkan gelombang laut terus meninggi. Di Pantai Trisik, Kecamatan Galur Kabupaten Kulonprogo, gelombang laut mencapai tinggi 7 meter memasuki daratan sejauh 100 meter sehingga menghancurkan fasilitas umum dan kapal nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Dalam dua ini, gelombang setinggi 7 meter terus terlihat dari pinggiran Pantai Trisik sehingga membuat para nelayan takut membawa perahu ke tengah laut. Sapuan air laut sejauh 100 meter mendorong sampah laut ke tengah daratan dan menhantam bangunan milik warga sekitar. Beberapa pedagang memilih berdiam diri di rumah mereka daripada harus mempertaruhkan nyawa tersapu ombak.

Fasilitas lain seperti kamar mandi dan wc umum tidak dapat digunakan akibat tembok jembol dan lubang kakus tertutup endapan pasir pantai. Beberapa warung yang berada ditepi pantai hanya menyisakan tiang-tiang bangunan saja, dinding berupa anyaman bambu sudah hilang terseret ombak.

Warung yang masih utuh pun tak dapat digunakan lagi karena hampir ambruk dan perabot berjualan sudah berada di luar bangunan. Para penjual ikan dan pedagang warung masih nampak trauma akibat hantaman gelombang tinggi sehingga aktivitas perdagangan di TPI Pantai Trisik belum beroperasi kembali.

Menurut Sarmila pedagang ikan, para pedagang ikan mengalami kerugian besar akibat kapal-kapal nelayan yang sedianya menyetor ikan tak berani merapat ke bibir pantai.

“Kerusakan juga dialami oleh para pemilik warung makanan karena tempat jualannya hancur berantakan,” ujarnya.

Sutopo Tim SAR Pantai Trisik menuturkan, SAR Trisik telah menyiagakan anggotanya untuk berjaga-jaga di pinggir pantai mengantisipasi para pengunjung terlalu dekat dengan pantai. Potensi gelombang tinggi masih dapat berlangsung jika cuaca mendung dan angin berhembus kencang.

“Tim SAR Trisik tidak ingin ambil resiko jatuh korban wisatawan terseret ombak akibat mandi air laut,” tegasnya.

Untuk mengurangi jumlah kerugian akibat bencana alam gelombang tinggi, tim sar dan para nelayan memindahkan perahu kembali ke tepi laut agar tidak menghantam bangunan permanen yang ada di pinggir pantai. Sampai saat ini, belum ada larangan khusus untuk wisatawan menjauh pinggir pantai melihat gelombang laut. (ntk)


2 Komentar

  1. The awan mengatakan:

    nyampe jalan aspal ga mas?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: