Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Polres Kulonprogo Ungkap Komplotan Curas Antarpulau

Polres Kulonprogo Ungkap Komplotan Curas Antarpulau

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Satreskrim Polres Kulonprogo dan Polda DIY berhasil meringkus 6 pelaku perampokan atau pencurian dengan kekerasan di tiga lokasi berbeda. Para pelaku merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda DIY karena aksinya menjual semua kendaraan rampokan ke luar pulau jawa. Kini, keenam pelaku harus menginap di rutan Polsek Pengasih dan Sentolo.

Berawal dari laporan imam basori seorang supir warga blitar yang truknya dirampok saat melintas di jalur selatan jogja-wates Dusun Pongangan Kecamatan Sentolo Bulan Agustus lalu, intel dan reskrim Polres Kulonprogo melakukan pengejaran para pelaku sesuai ciri-ciri dari saksi mata.

Para pelaku diringkus di tiga lokasi, yaitu Surabaya, Yogyakarta dan Magelang setelah melakukan pengembangan dari informasi pelaku yang ditangkap sebelumnya. Komplotan curas antarpulau spesialis kendaraan truk ini beroperasi di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Setelah kendaraan rampasan dimodifikasi, dijual ke luar pulau seperti Kalimantan dan Sumatera untuk menghilangkan jejak.

Keenam identias pelaku perampokan adalah, Heru Kurniawan alias Iwan selaku otak komplotan, Endro Prasetyo, Manudi, Suparman, Riswanto selaku eksekutor. Semuanya warga temanggung jawa tengah. Satu lagi eksekutor lapangan bernama Budi Arifin warga Sayegan Sleman.

Petugas mengamankan barang bukti berupa 3 buah kendaraan roda empat yakni, honda maestro nopol B 845 K, kijang nopol F 2793 LG dan sedan mercy E 200 nopol AB 1466 FD, 1 pucuk senjata api rakitan, 7 buah handphone, tas, eksterior truk yang dirampok serta 2 buah samurai.

Menurut AKBP Yani Sudarto Kapolres Kulonprogo, para pelaku berhasil ditangkap setelah petugas melakukan penyelidikan sekitar 3 bulan dan mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai keberadaan para pelaku. Modus para pelaku berupa mencegat dan menodongkan senjata api rakitan saat berada di tengah jalan.

“Setelah berhasil menghentikan korban, para pelaku membawa lari truk dan menjualnya ke luar pulau,” jelasnya.

Heru kurniawan salah satu tersangka mengatakan, pemberian komisi setiap pembelian truk digunakan untuk mengelabuhi para korban perampokan truk.

“Semua kendaraan roda empat dan truk rampasan dijual ke Kalimantan dan Sumatera,” imbuhnya.

Polres Kulonprogo masih mengembangkan kasus dan kembali menurunkan tim gabungan bersama Polda DIY karena masih ada 3 orang buron. Para pelaku pencurian dengan kekerasan ini dijerat dengan pasal 365 kuhp tentang pencurian dengan kekerasan yang ancamannya maksimal 12 tahun. (ntk)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: