Kulonprogonews's

Beranda » Budaya » Nonton Pawiwahan Agung Bersama di Pasar Wates

Nonton Pawiwahan Agung Bersama di Pasar Wates

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Animo masyarakat yogyakarta untuk mengikuti seluruh prosesi Pawiwahan Agung di Keraton Yogyakarta  tak terbendung. Berbagai cara mereka lakukan tanpa harus mengabaikan aktivitas sehari-hari. Para pedagang berkumpul di selasar pasar wates menyaksikan siaran langsung Pawiwahan Agung melalui televisi, kondisi serupa juga terlihat di  beberapa kantor pemerintahan daerah kulon progo.

Suasana Pasar Wates pada selasa pagi nampak berbeda seperti hari-hari biasanya, lorong-lorong pasar nampak sepi dari  keramaian pedagang menawarkan barang dagangannya. Ternyata mereka berkumpul di beberapa lokasi mencari pedagang  yang memiliki televisi untuk menyaksikan Pawiwahan Agung atau pernikahan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara dengan  Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara di keraton yogyakarta.  

Para pedagang mencari posisi nyaman untuk menonton prosesi pernikahan putri kelima dari Raja Keraton Yogyakarta  Sri Sultan Hamengku Buwono X dan permaisuri GKR Hemas. Satu per satu prosesi diikuti mulai dari acara ijab qobul  hingga panggih atau menerima ucapan selamat dari tamu undangan.  Decap kagum terpancar dari mata para pedagang pasar melihat ritual pernikahan yang hanya dapat mereka saksikan  sekali dalam seumur hidup.

Mayoritas pedagang baru pertama kali menyaksikan langsung kemegahan  pernikahan di dalam keraton yogyakarta. Siaran langsung oleh televisi lokal mengakomodasi para warga dapat  mengikuti prosesi pawiwahan agung tanpa harus meninggalkan pekerjaannya.

Menurut Sudi Winangun Pedagang Tembakau, merasa senang dapat melihat tata cara keraton dalam menikahkan  anak-anaknya karena berbeda dengan prosesi perkawinan rakyat jelata.

“Prosesi pondongan hanya dilakukan  oleh keraton yang berarti pengantin sudah milik suami, bukan orangtuanya lagi,” ujarnya.

Arning Rahayu Kasubbag Humas dan TI Pemkab Kulonprogo mengungkapkan, menjadi kebanggaan tersendiri  sebagai kawulo ngayogyakarto dapat melihat pawiwahan agung yang diselenggarakan oleh Keraton Yogyakarta.

“Disela-sela kesibukan sebagai seorang PNS, kami tetap menyempatkan menyaksikan pernikahan melalui layar kaca,”  jelasnya.

Walaupun tak dapat hadir langsung di keraton atau menyaksikan prosesi pernikahan di Keraton Yogyakarta dan  kirab temanten di kawasan malioboro, namun semua merasa bahagia sebagai warga yogyakarta dan mengucapkan  selamat menempuh hidup baru. (ntk)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: