Kulonprogonews's

Beranda » Budaya » Ratusan Umat dan Peziarah Sendangsono Nikmati Makanan Tradisional

Ratusan Umat dan Peziarah Sendangsono Nikmati Makanan Tradisional

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

 KULONPROGO – Umat Katholik Gereja Promasan Sendangsono Kecamatan Kalibawang punya cara sendiri untuk memperingati Hari Pangan Sedunia. Ratusan orang tumpah ruah menjadi satu menikmati beragam sajian dalam Festival Makanan Tradisional. Hanya dalam waktu 30 menit, seluruh sajian habis dinikmati oleh warga dan para peziarah yang kebetulan hadir.

Sebelum menikmati beragam makanan, Umat maupun peziarah yang datang menyempatkan diri mengikuti ibadah misa harian di Gua Maria Sendangsono.

Usai misa, ratusan orang dipersilahkan menikmati masakan tradisional yang telah disajikan di puluhan stan berbeda. Beragam menu disediakan, mulai dari urap sayuran, aneka sambel, nasi jagung, sayur pecel, oseng tempe dan daun pepaya, hingga sayur nangka muda atau gudeg.

Satu persatu mengambil piring terbuat dari daun pisang, mencari makanan kesukaannya. Penikmat pedas, pasti mencari makanan yang bercampur sambal atau rajangan lombok, sedangkan lainnya, mencari makanan yang manis dan asin. Para pengunjung nampak menikmati makanan desa ini, duduk berjajar dengan kerabat, atau berdiri sambil bersendau gurau.

Salah satu pengunnjung bernama Suto Sumarso mengatakan, menikmati makanan tradisional dalam suasana sejuk mengajak para pengunjung mengingatkan kembali keheningan dan kesederhanaan hidup di desa.

“Nasi jagung dan kering tempe menjadi buruan utama para pengunjung paruh baya karena langka ditemukan saat hidup di kota besar,” ujarnya.

Menurut Saguh Istianto Ketua Panitia Penyelenggara Festival Makanan Tradisional, festival diselenggarakan untuk memperingati hari pangan sedunia, serta menjadi momentum untuk umat dan masyarakat agar menjaga bumi tetap subur.

“Makanan disediakan pemilik stan secara cuma-cuma untuk dimakan bersama-sama. habis tak tersisa menandakan kerinduan pengunjung terhadap makanan tradisional,” tambahnya.

Dalam waktu 30 menit, beragam makanan desa yang disediakan ludes dinikmati para pengunjung, para penjaja makanan merasa senang dapat berbagi kreasi penduduk setempat untuk menyenangkan pengunjung ziarah Sendangsono. Melihat kesuksesan dalam dua kali penyelenggaraan sebelumnya, panitia berupaya terus membuat event serupa untuk menarik wisatawan rohani berkunjung ke sendangsono.(ntk)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: