Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » 2 Meninggal Dunia dalam Simulasi Tanah Longsor

2 Meninggal Dunia dalam Simulasi Tanah Longsor

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Retakan tanah sepanjang 1,8 kilometer mengakibatkan tanah longsor di wilayah utara Kabupaten Kulonprogo. Longsoran tebing setinggi 10 meter menimpa tiga orang, dua warga meninggal di lokasi kejadian sedangkan belasan lainnya luka berat. Ratusan warga diungsikan ke dataran rendah untuk menghindari longsoran susulan.

Musim kemarau panjang membuat retakan sepanjang 1,8 kilometer dan lebar 30 centimeter di Kecamatan Girimulyo membuat Desa Jatimulyo dan Purwosari terbelah menjadi dua. Kejadian terparah terjadi di Dusun Ponces menyebabkan dua orang meninggal dunia di lokasi akibat tertimpa pohon dan tanah longsor.
Ratusan warga panik mendengar suara kentongan tanda tanah longsor dan sirine ambulance berbunyi panjang. Para petugas pun cepat menenangkan mereka, kesibukan lain juga terlihat di dalam tenda evakuasi memberikan perawatan dini agar luka tidak bertambah parah.

Dalam simulasi tanah longsor, para petugas gabungan dari unsur pemerintah desa, Taruna Siaga Bencana (Tagana), PMI, Polisi dan TNI membawa warga ke tempat pengungsian. Warga diangkut menggunakan mobil dan truk untuk mempercepat proses evakuasi. Dalam 24 jam ke depan, warga diberikan makanan dan alas tidur agar tidak kembali ke tempat tinggalnya.

Camat Girimulyo Sumiran menjelaskan, 11 titik longsor tersebar di wilayah kecamatan diawali dengan retakan tanah antara 500 meter hingga 1,8 kilometer memanjang dengan lebar dan kedalaman yang bervasiasi. “Ancaman berat di daerah perbukitan seperti Girimulyo adalah bencana tanah retak dan longsor,” jelasnya.

Warni Ningsih warga Purwosari mengatakan, adanya simulasi ini membuat warga kembali siaga jika terjadi tanah longsor sewaktu-waktu. “Para warga yang memiliki kekurangan fisik mempunyai kesempatan lebih untuk berlatih dan mempersiapkan diri,” tambahnya.

Dalam simulasi ini, para ibu hamil dan anak-anak juga turut serta. Mereka diberikan tempat khusus dalam proses evakuasi warga. Tak kalah menarik, latihan menangkap pencuri ternak dan barang elektronik juga digelar agar warga tetap waspada terhadap keamanan lingkungannya. (ntk)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: