Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Panitia Gelar Gladi Resik di Kraton

Panitia Gelar Gladi Resik di Kraton

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

YOGYAKARTA – Panitia pernikahan putri bungsu Sultan Hamengkubuwono, GKR Bendahara yang akan menikah dengan KPH Yudanegara, sore kemarin menggelar gladi resik. Kegiatan ini untuk menjamin pelaksanaan resepsi dan rangkaian pernikahan bisa berjalan lancar.

Gladi resik ini, awalnya dilaksanakan di kraton kilen. Acara ini dilaksanakan di kraton kilen, tempat tinggal Sultan. Selain keluarga dan kerabat kraton, acara ini juga didukung oleh event organiser yang ditunjuk oleh kraton. Setelah itu seluruh panitia melakukan pengecekan di seluruh tempat yang akan digunakan untuk prosesi pernikahan di kraton pada Senin (17/10) nanti.

”Ini untuk mematangkan semua persiapan pernikahan, khususnya di dalam kraton,” jelas Koordinator keamanan protokoler dan media center, KRT Yudahadiningrat.

Faktor utama yang menjadi bahan gladi resik, adalah mekanisme dalam menerima paratamu. Setidaknya ada 114 orang tamu VVIP yang akan datang. Termasuk presiden SBY, wapres Boediono, duta besar dan sejumlah lembaga tinggi negara.

Untuk mengenali para tamu, semua tamu undangan akan menggunakan pin yang telah ditentukan ketika masuk. Warna pin ini disesuaikan dengan jenis tamu undangan, baik itu VVIP, VIP ataupun tamu reguler. Atas dasar pin inpula, akan digunakan untuk menempatkan tamu pada saat upacara pangih.

Setiap tamu yang masuk, akan dicek pinnya. Mereka juga akan didata sesuai dengan daftar undangan yang ada. Begitu data klop mereka akan diarahkan untuk masuk sesuai dengan ketentuan yang ada.

Untuk tamu VVIP pagi hari berpita oranye kuning, sementara untuk VVIP malam hari berpita kuning hijau. Untuk tamu VIP pagi pita oranye, yang VIP malam hari pita hijau. Untuk pin tamu reguler tanpa warna pita.

penanggung jawab Event Organizer pernikahan, Anton Tanjaya menambahkan, penggunaan pin juga dibedakan untuk keluarga keraton dan keluarga mempelai pria. Untuk keluarga diantaranya berwarna merah dan ungu.

Selain pengecekan pin kepada para tamu,  juga akan diperiksa menggunakan metal detector. Ini dilakukan untuk menghindari adanya ancaman bom kado. Panitia sendiri juga menyiapkan tempat khusus bagi penerimaan kado. Hanya lokasinya masih akan dimatangkan.

Nanti akan koordinasi dengan pihak kepolisian,” jelasnya.

Yudahadiningrat menambahkan, selama penyerahan kado akan dilakukan pencatatan dan pengadministrasian. Ini sangat penting dilakukan agar tidak ada kesalahan. Sebab Sultan dan GKR Hemas merupakan pejabat negara. Untuk itu semua hadiah aka diperiksa oleh KPK, guna menghindari adanya indikasi gratifikasi.

”Pengadministrasian kado harus jelas karena ada KPK yang akan memriksa,” tegasnya.(fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: