Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Hamil Dengan Alat Kontrasepsi Masih di Rahim

Hamil Dengan Alat Kontrasepsi Masih di Rahim

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

*Korban Malpraktik, Mengadu ke LBH

YOGYAKARTA – Seorang warga Kulonprogo, Rini Astuti, 30 diduga telah menjadi korban malpraktik, pada pelaksanaan KB gratis pada sosialisasi pasangan bupati terpilih pada akhir April silam. Korban, saat ini tengah mengandung tujuh bulan bayi, dengan alat kontrasepsi IUD masih berada di dalam rahim. Bersama dengan suaminya, Supardi, mereka mengadukan permasalahan ini ke lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta.

Menurut Rini, dia ikut program KB gratis setelah mendapatkan blangko dari Yani seorang penyuluh lapangan keluarga berencana (KB) pada 26 April silam. Bersama beberapa akseptor lain, mereka dijemput di puskesmas untuk dibawa ke rumah wakil Ketua DPRD Sudarto di Sogan Wates.

Sebelum dipasang IUD, Rini sempat diperiksa dan cek urine dua kali dengan hasil negatif. Dengan hasil inilah dia dipasangi IUD oleh dr Bimo dari RSUP dr Sardjito.

“Seminggu setelah dipasang, saya sakit-sakit dan tidak nyaman,”ujar warga Sanggrahan, Bendungan, Wates ini.

Karena kondisi inilah dia memeriksakan di Puskesmas Wates dan bidang sebanyak dua kali. Hanya saja rasa sakit ini tidak kunjung sembuh. Karena penasaran pada 28 Mei dia membeli alat test kehamilan, dan diketahui positif hamil. Hanya selang dua hari, korban datang ke puskesmas untuk dilepas alat kontrasepsinya. Namun usaha untuk melepas terkendala, karena IUD sulit ditemukan. Hingga akhirnya dibuatkan surat rujukan untuk USG di tempat dr Sugeng. Disinilah diketahui usia kandungannya  sudah tujuh minggu. Padahal saat pemasangan baru sekitar 4 minggu.

“Saya bingung, dan berkesimpulan saat dipasnag saya sudah hamil empat bulan,” tuturnya.

Pada akhir Mei, korban kembali mendatangi PLKB untuk meminta pertanggunjawaban. Namun dari Puskesmas Wates tidak mau bertanggungjawab dan terkesan menyalahkan korban. Satu-satunya usaha adalah menemui calon bupati saat itu dr Hasto Wardoyo yang hadir dalam sosialisasi yang kini menjadi bupati Kulonprogo. Lagi-lagi korban tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, karena dilempar kepada dr Bimo yang memasang alat kontrasepsi.

Dr Hasto, kata Rini, saat itu mengaku saat ada kegiatan dirinya hanya menjadi tamu. Namun dia siap menolong pemeriksaan hingga proses kelahiran kelak. Padahal untuk sampai di klinik Semar milik dr Hasto butuh biaya yang tidak sedikit. Saat pulang, dia diberikan uang transport Rp 700 ribu.

“Sekarang saya harus bagaimana, minta tolong kepada siapa,” ujarnya pasrah.

Bayi yang dikandung ini, merupakan calon anak ketiganya. Korban hanya menjadi ibu rumah tangga, sedangkan suaminya hanya menjadi buruh harian lepas.

Staff LBH Yogyakarta, Syamsudin Nur Seha, berjanji akan membantu permasalahan yang dialami korban. Secepatnya LBH akan mengirim  surat kepada wakil Ketua DPRD Sudarto, selaku tuan rumah. Termasuk memberikan tembusan kepada RSUP dr Sardjito dengan keberadaan dr Bimo.

Akan kita surati, karena indikasi malpraktik sangat kuat,” jelasnya.

Sampai saat ini LBH belum mengetahui siapa yang bertanggungjawab atas program KB gratis tersebut. Biasanya program ini merupakan program pemerintah. Kebetulan saja, program ini dimanfaatkan oleh calon bupati untuk melakukan sosialisasi dihadapan masyarakat untuk menarik simpati.

Saat pelaksanaan program KB Gratis, selain dihadiri pasangan calon, juga hadir anggota DPR RI Edi Mihati dari fraksi PDIP. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: