Kulonprogonews's

Beranda » Pariwisata » Tidur Maksimal Tujuh Jam, Agar Tubuh Bugar

Tidur Maksimal Tujuh Jam, Agar Tubuh Bugar

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

YOGYAKARTA – Merawat tubuh dengan lulur dan diet ketat tidak cukup bagi GKR Bendara untuk merawat tubuhnya agar tetap tampil cantik. Putri bungsu Kraton Ngayogyakarta ini juga menjaga kebugaran tubuhnya. Salah satunya dengan membatasi lama jam tidur di malam hari.

Menghadapi pernikahan yang akan dilaksanakan pada 18 Oktober nanti, Jeng Reni, panggilan akrabnya terus merubah pola tidurnya. Agar tubuhnya tetap bugar, dia membatasi waktyu tidur enam hingga tujuh jam. Waktu selama itu, dirasakan paling ideal untuk beristirahat.

“Sekarang hanya enam hingga tujuh jam di malam hari,” tutur Jeng Reni di Ndalem Kilen Kraton Yogyakarta.

Pemilik nama asli GRAj Nurastuti Wijareni ini, juga tidak pernah lagi bergadang sampai malam. Begadang akan berdampak terhadap kondisi tubuhnya. Selain kurang bugar, begadang juga bisa berpengaruh terhadap mukanya. Mulai dari wajahnya menjadi pucat sampai dengan menimbulkan kantong di kelopak matanya.

Kebiasaan begadang pernah dilakoni putri keraton ini beberapa waktu lalu. Ketika berpacaran kerap memanfaatkan waktu di malam hari untuk sang pujaan hati. Maklum saja saat itu dia tinggal di Swiss untuk melanjutkan studi sarjananya. Sedangkan KPH Yudanegara calon suaminya berada di Jakarta. Ini juga berlanjut ketika Jeng reni tinggal di Yogyakarta. Waktu malam kerap dimanfaatkan untuk saling menelpon atau sekedarblackberry messanger (BBM).

“Tidur sing juga kita jaga,” tambahnya.

Menjaga pola tidur ternyata belum cukup untuk menjaga kebugaran. Jeng reni terus menghindari makanan yang banyak mengandung lemak dan protein. Termasuk banyak minum air putih dan mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan.

Setiap harinya, Jeng reni juga melakukan olahraga teratur. Hanya saja olahraga lebih banyak dilakukan di dalam ruangan (indoor). Salah satunya dengan melakukan lari kecil dan senam pilates. Dengan peralatan yang ada di rumah, beliau terus melakukan beberapa gerakan sesuai dengan keinginan.

“Sekarang tidak berani di luar, takut hitam,” ujarnya terkekeh.

Kendati demikian, perempuan cantik yang hobi bersepeda dan maina sepatu roda ini masih berani untuk pagi hari. Beruntung ada lapangan di halaman rumahnya yang bisa dimanfaatkan itupun saat masih pagi dan matahari belum panas. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: