Kulonprogonews's

Beranda » Kesehatan » Pantang Makan Kacang dan Daging Merah

Pantang Makan Kacang dan Daging Merah

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

YOGYAKARTA – Pengantin yang duduk di pelaminan, menjadi pusat perhatian dalam sebuah hajatan pernikahan. Hampir semua tamu, akan mengarahkan pandangannya kepada kedua mempelai. Hal ini cukup disadari betul oleh GKR Bendara, yang akan mengakhiri masa lajangnya. Sebagai seorang putri kraton, pemilik nama GRAj Nurastuti Wijareni ini, menjaga pola makan akan bisa tampil cantik di hari pernikahan. Sejumlah makanan menjadi pantangan, yang harus dihindari.

Setelah pinangan KPH Yudanegara calon suami, yang diterima ayahnya Sultan Hamengku Buwono X, Jeng Reni tidak bisa lagi berpangku tangan. Beliau mulai disibukkan dengan serangkaian kegiatan persiapan. Mulai dari pakaian hingga perawatan tubuh. Terlebih, ketika dua keluarga ini sepakat untuk menggelar pernikahan pada 18 Oktober nanti.

Jeng Reni merasakan waktu yang berjalan saat ini terasa sangat cepat. Berbagai persiapan yang dilakukan tidak penah ada kelarnya. Semua tahapan terus dipersiapkan sampai benar-benar matang. Apalagi proses pernikahan di lingkungan kraton Yogyakarta, juga cukup padat. Beberapa tradisi dan ritual keraton harus dilewati.

Menjaga bentuk tubuh dan kulit tetap indah, menjadi salah satu bagian terpenting. Terlebih menjaga agar mukanya terlihat cantik, bersih dan terlihat lebih cerah. Selain melakukan perawatan dengan lulur dan masker, Jeng reni menjaga pola makan.

“Sekarang tidak lagi sembarangan mengkonsumsi makanan,” ujar Jeng Reni.

Menurutnya, saat ini dia benar-benar lepas dari semua makanan yang mengandung dan berbahan kacang-kacangan. Kacang memiliki kandungan protein nabati yang cukup tinggi. Hal ini bisa memicu munculnya jerawat di mukanya. Untuk itulah dia memutuskan menghentikan makanan septi ini.

Usaha untuk menghindari makanan seperti ini, dirasa cukup berat. Sebab, kacang menjadi salah satu makanan camilan favoritnya. Tetapi demi tampil cantik dan wajahnya bersih dilakoninya. Komitment yang kuat, menjadi modal utama menghindari makanan ini.

“Awalnya berat, tapi sekarang sudah biasa,” jelas dara cantik yang pernah menjadi finalis Putri Indonesia ini.

Selain kacang, putri bontot dari lima bersaudara ini juga menghindari daging merah seperti daging sapi. Sapi diyakini memiliki kandungan lemak dan protein juga. Hal ini bisa memacu kegemukan pada tubuhnya. Padahal pakaian yang disiapkan sudah di fitting sesuai dengan bentuk tubuhnya.

Sebagai pengganti daging sapi, Jeng Reni, menjatuhkan pilihan pada ikan atau daging ayam. Meski juga memiliki kandungan lemak dan protein, kandungannya lebih rendah dari daging sapi.

“Sekarang saya lebih suka ikan untuk lauk,” tuturnya di Ndalem Kilen komplek kraton.

Satu lagi pantangan yang dihindari adalah makan telur kuning. Namun hal ini sudah menjadi kebiasaanya. Semenjak kecil, Jeng Reni memang jarang makan telur. Jikapun makan, dia hanya memilih pada putih telurnya.

Sedangkan untuk menjaga tubuhnya lebih segar, putri bungsu dari lima bersaudara ini lebih banyak minum air putih. Selain itu dia juga banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan segar.

“Porsi sayur dan buah sekarang memang saya tambah,” pungkasnya. Dengan diet selektif ini, Jeng Reni, optimis badannya akan lebih terjaga. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: