Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Rentan Penularan, Waria Ikuti Konsultasi di PKBI

Rentan Penularan, Waria Ikuti Konsultasi di PKBI

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Akses bagi waria dan kaum marginal lainnya untuk mendapatkan informasi mengenai kesehatan fisik dan pemeriksaan HIV-AIDS semakin terbuka. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) membuka layanan voluntary counseling and testing (VCT), klinik pelayanan dan konsultasi kepada masyarakat tentang penyakit HIV-AIDS.

Respon positif dari masyarakat terlihat dari antrian di depan kantor PKBI tepatnya di Jalan Suparman, Desa Punukan, Kecamatan Wates Kabupaten Kulonprogo DIY.

Bagi kaum waria, layanan konseling hv-aids menjadi harapan tersendiri untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka yang selalu dikaitkan sebagai salah satu penyumbang penularan HIV-AIDS.

Tak canggung dengan keunikan dirinya, Tiara tampak berada ditengah-tengah  antrian untuk mendapatkan pemeriksaan darah gratis dari PKBI. Mengenakan kaos biru pola bergaris dan rambut terikat rapi, Tiara hanya menunggu 10 menit untuk masuk klinik.

Waria dan Pekerja Seks Komersial (PSK) selalu menjadi kambing hitam penyebaran HIV-AIDS di Indonesia, padahal penyebarannya dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan terhadap penggunaan peralatan medis, mengkonsumsi narkoba hingga transfusi darah.

Tiara merasa senang setelah mengetahui hasil tes darah menyatakan dirinya negatif HIV-AIDS. “Saya akan mengajak teman-temannya untuk mengikuti tes darah agar opini masyarakat yang salah kaprah tidak terus menghantui mereka karena memiliki keunikan secara emosi dan fisik,” ucapnya.

Paulo Ngadicahyono Direktur PKBI Kulonprogo mengatakan, menjadi tidak adil ketika penularan HIV-AIDS disebabkan oleh komunitas atau golongan tertentu saja. “Banyak waria tidak terdeteksi mengidap penyakit HIV, justru pelajar, mahasiswa sampai masyarakat umum justru mengidapnya tanpa mereka ketahui,” tegasnya.

Kasus HIV-AIDS di Kabupaten Kulonprogo sejak tahun 2005 hingga saat ini sudah tercatat mencapai 77 kasus, itu baru dipermukaan saja, apalagi tipologi penyebarannya seperti gunung es runcing di atas dan semakin melebar ke bawah.

 

PKBI berharap adanya layanan konsultasi HIV-AIDS dapat digunakan maksimal oleh masyarakat Kulonprogo. (ntk)



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: