Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Jual Bongkahan Tanah Untuk Dapatkan Air Bersih

Jual Bongkahan Tanah Untuk Dapatkan Air Bersih

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Menjual tanah sawah menjadi pilihan berat bagi puluhan petani di Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulonprogo DIY, namun inilah satu-satunya cara untuk mendapatkan air bersih. Dua kali angkutan tanah kering dijual ke pengrajin batu bata, setara dengan harga satu truk pengangkut air bersih.

Aktivitas mencongkel tanah kering dari lahan sawah menjadi pemandangan unik bagi para warga sekitar bagi warga yang belum pernah melakukannya, sawah tak teraliri air hingga menyebabkan gagal panen. Kondisi ini baru terjadi pada tahun ini, kemarau panjang membuat para masyarkat tak dapat bertani seperti biasanya.

Tanah retak-retak menjadi bongkahan tanah berukuran besar, air dalam sumur gali berwarna keruh dan terus menyusut hingga menyisakan beberapa sentimeter di atas permukaan tanah. Minimnya ketersedian air tak cukup untuk menyirami tanaman satu petak sawah.

Menanam jagung, kedelai dan tanaman-tanaman polowijo terpaksa ditunda menunggu cuaca membaik. Sebagai ganti agar dapur rumah tetap berasap, para petani profesi sebagai penggali bongkahan. Tanah lempung cocok bagi industri batu bata yang justru menanti datangnya musim kemarau agar bata mengering rata.

Dalam sehari, kelompok tani mampu menggali tanah di beberapa lahan sawah mencapai 5 kali angkutan, satu kali mengisi penuh mobil bak terbuka dihargai Rp 100.000  oleh pembelinya. Mereka melakukannya untuk membeli air bersih seharga Rp 150.000 sebanyak 4.000 liter, biayanya ini belum termasuk membelanjakan untuk kebutuhan rumah tangga lainnya.

Menurut Suryanto Petani Tayuban, sudah sebulan melakoni profesi sebagai tenaga menggali tanah agar dapat mencukupi kebutuhan hidup keluarga. “Bongkahan tanah dari sawahnya sudah ada yang memesan untuk dianar ke daerah Temon Kulonprogo” lanjutnya.

Tukijo Petani Panjatan menambahkan, para petani tak punya pilihan lain kecuali menjual tanah di sawah sebagai bahan baku para pengrajin batu bata. “Profesi ini akan terus mereka lakukan hingga musim penghujan tiba,” ucapnya.

Para petani tak dapat memprediksi kemarau panjang akan berakhir kapan, mereka hanya berharap agar pemerintah merespon kebutuhan masyarakat akan air bersih untuk rumah tangga dan mengairi persawahan mereka agar dapat kembali bercocok tanam. (ntk)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: