Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Angkudes Nyemplung di Saluran Irigasi Giripeni

Angkudes Nyemplung di Saluran Irigasi Giripeni

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Angkutan pedesaan (angkudes) Kawulo Alit terperosok di saluran irigasi, tepatnya  di Dusun Dukuh Desa Giripeni Kecamatan Wates Kabupaten Kulonprogo DIY.  Bemper dan kursi kendaraan lepas dari badan mobil, Sedangkan sopir dan satu penumpang mengalami shock dan luka ringan.

Angkutan pedesaan yang baru saja meninggalkan Pasar Wates menuju Pasar Bendungan mengalami lepas kendali. Tak dapat digerakkan, akhirnya Sukis pengemudi angkudes dan satu penumpang hanya pasrah mengikuti kendaraan umum ini berhenti.

Diduga kecelakaan terjadi akibat worm steer lepas dari tempatnya sehingga kemudi tak dapat digerakkan. Kerugian ditafsir mencapai 3 juta rupiah untuk perbaikan mesin, belum termasuk memoles ulang cat bodi mobil akibat benturan.

Setelah tak bergerak, sopir dan penumpang langsung keluar dari kendaraan. Penumpang hanya mengalami luka ringan sehingga langsung dioper ke angkutan umum yang melintas di belakangnya. Pengemudi masih nampak shock sehingga enggan memberikan keterangan.

Untuk mengeluarkan angkudes dari saluran irigasi sedalam 2 meter, mobil dikemudikan Sukis menyusuri selokan hingga mencapai jembatan yang memiliki tanjakan landai. Jalur alternatif sempat macet sesaat karena pengendara yang melintas berhenti sejenak melihat angkudes dievakuasi.

Maryono mekanik Angkudes Kawulo Alit mengatakan, angkutan pedesaan bergerak pelan setelah berhenti menaikkan penumpang pertamanya tak jauh dari lokasi kejadian. “Pengemudi terlihat panik tak dapat mengendalikan kendaraannya tiba-tiba minibus langsung oleng ke kiri dan Masuk ke saluran irigasi,” jelasnya.

Menurut Roni Pemilik Angkudes, kendaraan belum lama keluar dari bengkel akibat kerusakan yang sama, kini angkutannya harus tersangkut di dasar selokan. “Angkutan harus segera dioperasikan lagi karena menjadi satu-satunya penghidupan bagi pemilik dan kru angkutan,” tegasnya.

Proses evakuasi memakan waktu 2 jam lebih karena kedalaman saluran irigasi dan minimnya perlatan untuk mengevakuasi kendaraan besar. Mobil derek tak dapat berbuat banyak sehingga menaikkan mobil mencapai permukaan jalan menggunakan katrol manual. (ntk)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: