Kulonprogonews's

Beranda » Pariwisata » Margasatwa Sermo terima Satu Elang Alap Jambul

Margasatwa Sermo terima Satu Elang Alap Jambul

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY kerjasama dengan Raptor Club Indonesia (RCI)  melepas-liarkan dua ekor Elang Alap Jambul di Margasatwa Sermo Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo DIY. Dari dua ekor, hanya satu yang dapat terbang, sedangkan satunya masih terlalu lemah untuk kembali ke habitat liar.

Suaka Margasatwa Sermo menjadi salah satu tempat yang cocok untuk melepas-liarkan satwa sitaan negara dari tangan para oknum pedagang elang. lingkungan hutan rimbun, jauh dari populasi manusia dan kemudahan akses mendapatkan mangsa menjadi pilihan tepat BKSDA DIY.

Dua Elang Alap Jambul merupakaan satwa sitaan negara yang dipelihara perseorang di rumahnya. Satu satwa dirawat di karantina BKSDA, sedangkan satu ekor lagi dipelihara oleh RCI sebagai komunitas pecinta satwa yang telah lama berkecimpung di dunia per-elangan.

Herry Subagiadi Kepala BKSDA mengatakan, satu elang terpaksa di-rehabilitasi ulang karena kondisi fisik yang belum memenuhi standar untuk dilepas ke habitat liar. “Satwa masih berumur dibawah satu tahun dan terlihat stress saat dilepas tutup kepalanya melihat lingkungan baru,” terangnya.

Lim Wen Sin Ketua Bidang Konservasi RCI menambahkan, memelihara satwa elang jenis apapun ternyata perbuatan melanggar hukum sehingga para pecinta elang membentuk komunitas Raptor Club Indonesia dan melaporkan satwa milik perseorangan ini ke bksda. “Ijin resmi sebagai lembaga konservasi diperlukan untuk melegalkan komunitas ini,” tegasnya.

BKSDA dan RCIharus melakukan proses peliaran ulang satu elang alap jambul jika ingin mengembalikan ke habitat liarnya. Target melepas semua elang dari bksda tentu menjadi pemacu semangat untuk anggota rci berjuang keras mengembalikan semua satwa peliharaan ke habitat aslinya, bukan sebagai komoditas tontotan dan gagah-gagahan. (ntk)

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: