Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Sembilan Pencuri Kayu digulung Polisi

Sembilan Pencuri Kayu digulung Polisi

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Petugas dari Kepolisian Resort Kulonprogo berhasil mengamankan sembilan tersangka pembalakan liar kawasan hutan jati yang terdapat di Dusun Papak, Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap. Proses penangkapan para tersangka sempat diwarnai dengan aksi kejar kejaran. Minggu (11/9)

Dalam penangkapan tersebut, petugas berhasil meringkus sembilan tersangka meliputi Karjono(34), Sulistyono(40), Siamin(45), Saroni(29), Ginarno(32), Ediyanto(36) Yarnoji (29), Munjiyat(54) semuanya warga Pringapus Semarang. Sedangkan Sugiyono(38) warga Ringin Putih Semarang. Dari sembilan nama tersangka yang berhasil diamankan petugas tersebut, Polisi masih melakukan pengejaran pada tiga tersangka lain yang masih melarikan diri dengan inisial YT(29), RHD(32) dan PD(40) seluruhnya warga Kecamatan Pringapus, Semarang.

Wakapolres Kulonprogo, Kompol FX Endriyadi mengatakan berdasarkan pengejaran yang dilakukan oleh petugas Kepolisian Polres Kulonprogo bekerjasama dengan Resort Polisi Hutan dan warga sekitar, para pelaku berhasil ditangkap di tiga lokasi yang berbeda. Dari 12 tersangka tersebut, lima orang berhasil ditangkap Minggu (11/9) malam dan empat pelaku lainnya ditangkap pada Senin (12/9) pagi di sekitar Pasar Pripih, Kecamatan Kokap yang berjarak sekitar 3 kilometer dari lokasi pencurian. Sedangkan tiga tersangka masih dalam pengejaran petugas Kepolisan Polres Kulonprogo.

“Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, kesembilan pelaku yang tertangkap mengaku berasal dari Semarang dan berangkat bersama-sama menuju Kokap. Dari tangan pelaku, kami berhasil menyita gerjaji, truk pengangkut, peralatan untuk membawa kayu serta kayu jati sebanyak 3 pohon yang sudah di potong-potong,”paparnya.

Akibat perbuatannya, para tersangka akan dijerat berdasarkan Undang-Undang Kehutanan nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan pasal 78 (5) dan pasal 50 (3) huruf E dan junto pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukumannya 10 tahun penjara dan denda maksimal 5 milyar rupiah.

“Saat ini kami masih mengembangkan kasus ini karena ada tiga pelaku yang belum tertangkap,”ujarnya.

Sementara itu, Mantri Kepala Resort Polisi Hutan (RPH) Kokap, Sarijan mengatakan bahwa pembalakan hutan Jati tersebut terjadi di petak 2 yang berada dalam kawasan  RPH Kokap. Dirinya mengatakan, lahan yang dicuri tersebut merupakan Hutan Negara yang dikelola oleh Dinas Kehutanan Provinsi DIJ dengan luas 601,5 hektar.

“Awalnya kami mendapat informasi dari warga setempat yang mengetahui ada pembalakan hutan, kemudian kami segera meluncur ke lokasi,”ujarnya.

Kejadian tersebut juga diketahui oleh warga Dusun papak, Desa Kalirejo dan sebagian warga Dusun Kadigunung, Desa Hargomulyo, Kecamatan Kokap. Warga yang mengetahui aksi pembalakan tersebut juga membantu mengejar kawanan pencuri bersama petugas. Aksi pengejaran sempat memanas karena pelaku bersenjatakan parang berusaha melawan petugas, medan pegunungan sempat menghambat pengejaran karena para pelaku lari ke atas gunung kemudian menyebar ke arah Barat dan Timur.

“Yang bikin saya heran, kok mereka bisa tahu kalau disini ada hutan. Padahal ini daerah terpencil, jika melihat dari pemilihan pohon dan cara pemotongan, mereka sepertinya sudah profesional,”ujarnya.

Menurut pengakuan warga setempat Tukiman (55) salah seorang saksi mengaku kawanan pencuri tersebut melakukan aksinya pada Minggu (11/9) sekitar pukul 19.30. Sebelumnya, Tukiman yang sedang memanjat pohon kelapa untuk menderes nira sempat mendengar suara gemuruh sebanyak tiga kali dari arah hutan. Setelah diamati dari atas pohon, dirinya melihat sekitar 12 orang sedang menebang pohon Jati yang terdapat di kawasan Hutan Produksi milik Negara tersebut.

“Waktu itu saya sedang memanjat pohon kelapa untuk menders nira, tiba-tiba mendengar suara gemuruh seperti pohon tumbang sebanyak tiga kali. Karena penasaran kemudian saya mengajak warga untuk memeriksa,”paparnya.

Karena curiga dengan sumber suara tersebut, dirinya segera mengajak Dalijo dan Sumijo warga setempat untuk naik ke atas bukit. Dalam pengamatan tersebut, dirinya melihat 12 orang sedang memotong pohon jati menggunakan gergaji tangan kemudian segera lapor kepada mantri Resort Polisi Hutan (RPH) Kokap.

“Begitu melihat 12 orang menebang hutan, saya segera lapor pada mantri Resort Polisi Hutan (RPH) Kokap telah terjadi pencurian kayu jati,”katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penataan dan Perlindungan Hutan Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Jogjakarta, Gunawan Wibisono saat ditemui di lokasi pembalakan mengatakan bahwa ketiga pohon jati yang ditebang oleh kawanan pencuri tersebut dua batang memiliki lingkar keliling 130 centimeter dan satu batang dengan lingkar keliling 140 centimeter. Sejumlah tanaman jati tersebut berada di dalam kawasan Hutan Negara yang merupakan hutan produksi.

“Pohon tersebut dibagi menjadi 12 potongan dengan panjang masing-masing 2 meter. Pohon yang ditebang memiliki ukuran cukup besar yang ditanam sejak tahun 46 sampai 50an,”ujarnya.

Gunawan mengatakan, pembalakan hutan tersebut tergolong cukup besar karena selama 2 tahun belakangan ini baru pertama kali terjadi di kawasan tersebut.

“Akibat aksi pencurian ini, kerugian materiil diperkirakan sebesar Rp 2, 231 juta. Jumlah tersebut belum termasuk kerugian lingkungan dan konservasi,”pungkasnya. (adt)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: