Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Sultan Shalat ID di Masjid Jami’ Wates

Sultan Shalat ID di Masjid Jami’ Wates

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com


YOGYAKARTA – Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono, merayakan Hari Raya Idul Fitri pada Rabu (31/8) lalu. Sultan bersama GKR Pembayun dan sejumlah keluarganya melaksanakan Shalat Hari Raya Idul Fitri di masjid Jami, Wates.

Selain Sultan, Pelaksanaan shalat Idul Fitri ini juga dihadiri oleh bupati dr Hasto Wardoyo, Kapolres AKBP K Yani Sudarto, dan sejumlah Kepala dinas dan pejabat di lingkungan Pemkab Kulonprogo. Sultan bersama pejabat teras Pemkab Kulonprogo ini melaksanakan shalat Idul Fitri pada shoft terdepan. Sebagai Imam, KH Hasyim, sedangkan kotib, KH Zamzuri.

Kehadiran Sultan menjadi daya tarik tersendiri, bagi jamaah untuk melakukan halal bi halal dengan berjabat tangan. Ratusan jamaah berebutan untuk bisa menyalami raja Yogyakarta ini.

Menurut Sultan Lebaran, harus bisa memberikan makna tersendiri bagi semua maysarakat. Lebaran tidak perlu dirayakan dengan kemeriahan dan pemborosan. Namun harus bisa memaknai secara proporsional sebagai manusia. Termasuk melakukan perubahan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Jangan sampai puaa, dan lebaran menjadikan lebih boros, ”tutur Sultan usai melaksanaka Shalat Idul Fitri.

Momentum puasa, harusnya bisa menjadikan manusia untuk mengekang hawa nafsu. Puasa tidak makan dan minum, harus mampu memberikan tauladan dalam berpola hidup sederhana. Namuan kenyataanya, puasa justru menjadikan pemborosan.

”Usai lebaran ini, harusnya bisa lebih berkualitas,” tuturnya.

Sementara itu, KH Zamzuri dalam khotbahnya mengajak kepada masyarakat untuk lebih memahami isi dan kandungan Al Quran.  Membaca Al Quran dan terjemahannya, harus dijadikan tradisi di masyarakat.

”Mari kita baca Al Quran setiap hari,” tuturnya.

Zamzuri juga mengajak semua masyarakat untuk menjaga toleransi sesama umat beragama. Termasuk dalam menghormati perbedaan dalam menentukan hari raya. Lebaran harus bisa dijadikan ajang untuk menginstropeksi diri.    (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: