Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » PMI : Waspadai Kekurangan Darah

PMI : Waspadai Kekurangan Darah

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – persediaan darah di PMI Unit Transfusi RSUD Wates menipis dan dikhawatirkan tidak mampu mencukupi kebutuhan jelang hari raya lebaran.

Jumlah yang ada di PMI Unit Tranfusi RSUD Wates hanya 10 kantong yang terdiri dari golongan A ada 5 kantong, golongan B ada 3 kantong, golongan O ada 1 kantong dan golongan Ab ada 1 kantong.

Kepala PMI Unit Tranfusi Darah RSUD Wates, dr Sumardi mengatakan, minimnya stok darah ini disebabkan rendahnya minat masyarakat untuk mendonorkan darahnya. Padahal kebutuhan darah ini sangat penting  terutama untuk arus mudik lebaran maupun saat ada kondisi luar biasa(KLB) suatu penyakit.

“Kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darahnya masih sangat rendah sehingga membuat stok di PMI minim,”katanya, Jumat(26/8).

Untuk mengantisipasi kurangnya darah menghadapi arus mudik lebaran ini, Sumardi mengatakan kalau pihaknya sudah berkoordinasi dengan PMI cabang lain untuk penyediaan darah. Selain itu pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan pendonor tetap yang ada di Kulonprogo.

Sumardi mengakui stok darah di bulan ramadhan ini memang minim karena banyak pendonor yang tidak melakukan tranfusi. Warga enggan melakukan donor darah karena sedang melaksanakan ibadah puasa.”Bulan ramadhan ini,hanya sedikit warga yang mendonorkan darahnya sehingga membuat stoknya menipis,”jelasnya.

Walaupun hanya memiliki stok darah 10 kantong, Sumardi menegaskan kalau pihaknya siap untuk memenuhi kebutuhan darah selama arus mudik lebaran. Semua pendonor tetap sudah di koordinasikan untuk siap mendonorkan darahnya bila sewaktu-waktu ada warga yang membutuhkan darah.

“Pada prinsipnya kami sudah siap untuk menghadapi arus mudik lebaran,”ucapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Wates, Bambang Haryanto mengatakan, selama arus mudik lebaran ini pihaknya sudah siap untuk melayani pasien selama 24 jam. Operasional rumah sakit tidak akan terpengaruh dengan adanya libur lebaran.

“Libur lebaran ini tidak akan mempengaruhi pelayanan rumah sakit namun untuk pelayanan poliklinik memang libur mulai dari tanggal 30 Agustus hingga 1 September,”katanya.

Untuk mengganti pelayanan di Poliklinik ini, Bambang menjelasakan kalau warga masyarakat bisa datang ke Unit gawat Darurat. Semua keluhan warga akan tetap dilayani oleh dokter yang siaga. Untuk kasus-kasus tertentu yang membutuhkan penanganan dokter ahli, pihak rumah sakit juga sudah menyiapkan dokter yang siap dihubungi sewaktu-waktu

“Pada intinya kita sudah siap untuk menghadapi arus mudik ini, baik dokternya maupun sarana dan prasarana. Sedangkan untuk kesiapan dokter ahli, saya sudah mengkoordinasikan agar semua dokter siap untuk dipanggil sewaktu-waktu,”jelasnya.

Bambang menambahkan, selain menyiapkan dokter yang on call, pihak RSUD juga menyiapkan satu unit ambulan untuk patroli. Kendaraan ini akan terus berpatroli mulai dari wilayah Sentolo hingga Kecamatan Temon.(hti)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: