Kulonprogonews's

Beranda » Budaya » Sarana dan prasarana Daops VI siap menghadapi mudik

Sarana dan prasarana Daops VI siap menghadapi mudik

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

 

WATES: Kondisi sarana dan prasarana Kereta Api (KA) di wilayah Daerah Operasi (Daops) VI Jogja dipastikan aman untuk arus mudik tahun ini.

Hal tersebut diungkapkan Kapolda DIY, Brigadir Jenderal Polisi Tjuk Basuki usai melakukan pengecekan sarana dan prasarana KA lintas Lempuyangan-Wates menggunakan lori inspeksi bersama Danlanud Adisucipto, Danrem 072/Pamungkas, serta Danlanal Yogyakarta.

“Pengecekan ini untuk memastikan sarana dan prasarana yang ada benar-benar siap menyambut musim mudik tahun ini,” katanya, Jumat (19/9).

Untuk mengantisipasi sabotase, pihak PT KAI bersama Polri juga siap melakukan ronda rel dan jembatan. Ronda rel dan jembatan ini dilakukan bersama dengan pengintesifan tugas Juru Penilik Jalan (JPJ).

“Rencananya ronda rel ini akan dilakukan enam kali sehari, siang dan malam, biasanya hanya dua kali sehari,” ujarnya.

Menurut Brigadir Jenderal Polisi Tjuk Basuki, pihaknya juga akan menyiagakan sekitar 2.900 personel untuk pengamanan musim mudik kali ini. Jumlah ini kemungkinan akan bertambah dengan adanya petugas tambahan dari TNI dan masyarakat.

“Kemungkinan jumlah tambahan ada 800 personel,” ujarnya.

Meskipun tidak ditemukan permasalahan dalam patroli tersebut, namun kata Brigadir Jenderal Polisi Tjuk Basuki, semua pihak baik Polri, TNI dan masyarakat tetap harus waspada mengamankan kelancaran arus balik. Pihaknya tidak mengharapkan masyarakat yang kembali setelah mudik mengalami gangguan-gangguan di jalan.

“Karena kelompok orang banyak harus diamankan, kalau tidak bisa bergerak menjadi ancaman faktual, sehingga semua elemen harus turut mengamankan. Kami juga menyiagakan personel Brimob di stasiun-stasiun, juga personel TNI,” ujarnya.

Sementara Kepala Humas Daops VI Jogja, Eko Budiyanto, guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan para pemudik yang menggunakan KA, pihaknya juga akan membatasi jumlah penumpang dalam satu gerbong, khususnya untuk KA ekonomi.

“Biasanya KA ekonomi kan selalu dipadati penumpang, makanya tahun ini kami batasi per gerbong tidak lebih dari 150 penumpang, jadi memang masih ada toleransi untuk penumpang berdiri, karena jumlah tempat duduk untuk KA ekonomi per gerbong sebanyak 106 penumpang,” tuturnya.

KA ekonomi selama ini memang menjadi primadona angkutan mudik yang paling diminati, menurut Eko sekitar 60 persen pengguna jasa KA merupakan penumpang KA ekonomi. (Eha)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: