Kulonprogonews's

Beranda » Budaya » Produk kadaluarsa dan ikan asin berformalin kembali ditemukan

Produk kadaluarsa dan ikan asin berformalin kembali ditemukan

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

 

TEMON: Petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perindustrian Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) serta Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kulonprogo kembali menemukan makanan tidak layak konsumsi.

Dalam razia pengawasan makanan dan obat-obatan kali ini, yang dilakukan di Pasar Temon, Kecamatan Temon, petugas menemukan 4,5 kilogram (kg) teri berformalin, puluhan produk obat kadaluarsa serta 4 ons daging busuk.

Menurut Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Kulonprogo, Qomarul Hadi, dalam razia tersebut, ikan teri berformalin ditemukan pada seorang penjual bernama Mijah, warga Triharjo, Wates.

“1,5 kg teri kacangan dan 3 kg teri mido,” katanya, Kamis (18/8).

Sementara untuk obat kadaluarsa ditemukan pada dua toko yang berada di pasar tersebut, menurut Qomarul, dari temuan obat kadaluarsa tersebut, pemilik toko seolah tidak memiliki itikad baik untuk memisahkan obat kadaluarsa dengan yang belum kadaluarsa.

“Seolah obat yang sudah kadaluarsa sejak 2007 lalu itu sengaja masih akan dijual, pasalnya obat tersebut dicampur dengan obat yang masih bagus,” ujarnya.

Barang bukti makanan dan obat-obatan tidak layak konsumsi tersebut kemudian disita oleh petugas. Qomarul menambahkan, untuk obat-obata, teri berformalin dan daging busuk rencananya akan dimusnahkan bersama barang bukti hasil pengawasan makanan dan obat-obatan yang telah dilakukan sebelumnya.

“Sementara untuk susu kadalursa, kami masih memikirkan akan dijadikan apa, karena sebenarnya masih bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak,” tuturnya.

Sementara pedagang ikan asin berformalin, Mijah mengatakan, dirinya tidak mengetahui jika barang dagangannya yang didapat dari sesama pedagang di pasar tersebut mengandung formalin.

“Saya tidak tahu kalau ini berformalin, karena saya juga cuma dititipkan oleh pedagang lain,” ujarnya. (Eha)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: