Kulonprogonews's

Beranda » Pariwisata » E-KTP makin tidak jelas

E-KTP makin tidak jelas

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

 

WATES: Permasalahan rencana penerapan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) terus berlanjut.

Setelah distribusi sarana peralatan guna melakuan rekam data datang terlambat dari jadwal yang telah ditentukan, ketika tiba di kecamatan, ternyata peralatan yang dikirim oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tidak langsung sesuai kebutuhan yang ada.

Hal tersebut bisa terlihat di Kecamatan Wates, salah satu dari dua kecamatan di Kulonprogo yang telah mendapat kiriman peralatan rekam data. Menurut Camat Wates, Sri Utami, pihaknya memang telah menerima peralatan rekam datas tersebut, namun sayangnya peralatan yang ada belum utuh, karena dari tiga set peralatan yang direncanakan ada di Kecamatan Wates, saat ini baru satu alat.

”Kami memang sudah menerimanya pada Selasa (16/8) lalu, namun baru satu set, dari tiga set yang direncanakan,” katanya, Jumat (19/8).

Selain baru menerima satu set, Sri mengatakan, peralatan yang ada juga belum terdapar server untuk menyambungkan jaringan internet dengan Kemendagri.

”Alat tersebut memang sudah kami set, namun belum dapat conect dengan pusat karena belum ada servernya,” ujarnya.

Sementara, Kasie pemerintahan Kecamatan Wates, Woro Kandini mengatakan, pihaknya juga berencana baru akan melakukan ujicoba perekaman data menggunakan alat tersebut pada 22-27 Agustus mendatang.

”Sebenarnya dalam surat yang dikirim kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) kami diminta untuk melakukan ujicoba pada 18-22 Agustus, namun hal tersebut apabila segala sarana prasarana yang ada sudah siap, sementara di sini masih belum bisa conect dengan pusat,” katanya.

Woro mengatakan, ujicoba akan dilakukan kepada pegawai kecamatan yang berdomisili di kecamatan Wates beserta keluarganya. Selain pegawai kecamatan juga ditambah dengan perangkat desa se kecamatan Wates.

”Sementara untuk umum kami baru menargetkan perekaman data akan dilakukan mulai 3 September,” tuturnya.

Ujicoba ini menurut Woro dilakukan selain untuk meminimalisir permasalahan jika adanya kesalahan, juga untuk mengukur waktu yang diperlukan untuk melakukan perekaman data untuk swtiap warga.

Woro menambahkan, sebenarnya, pihak kecamatan telah menyiapkan surat pemanggilan kepada warga berdasarkan dusun tempat tinggalnya untuk melakukan perekaman data, namun pihaknya belum berani membagikannya kepada masyarakat karena belum siapnya peralatan yang ada.

”Di kecamatan Wates sendiri ada sebanyak 40.190 warga yang wajib KTP, untuk itu kami menargetklan satu hari dapat melayani sebanyak 360 warga dengan waktu pelayanan dari pukul 08.00 WIB-18.00 WIB dari senin hingga sabru,” ungkapnya. (Eha)

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: