Kulonprogonews's

Beranda » Budaya » Bom pesawat sisa latihan perang ditemukan warga

Bom pesawat sisa latihan perang ditemukan warga

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

TEMON: Bom pesawat sisa latihan perang TNI Angkatan Udara (TNI AU) pada tahun 80-an ditmeukan warga masih dalam keadaan aktif.

Menurut keterangan Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) III Polres Kulonprogo Ipda Dwi Yulianto, pihaknya pada Kamis (18/8) pagi mendapat laporan dari warga masyarakat bernama M.Sholeh, warga Dusun Bayeman, Desa Sindutan, Kecamatan Temon terkait penemuan benda yang telah ditemukan sejak 30 Juli lalu tersebut.

Ipda Dwi Yulianto mengatakan, bom pesawat yang bagian kepala dan ekornya sudah terpisah ini pertama kali ditemukan oleh warga bernama Subiyanto di perkebunan buah naga milik Hartono di daerah Desa Sindutan.

Saat itu Subiyanto hendak menggali lubang di kebun buah naganya guna keperluan membuat tiang pancang sebagai pegangan tanamanan buah naga miliknya, namun ketika melakukan penggalian sekitar satu meter, dirinya menemukan bom pesawat tersebut.

“Awalnya bom pesawat tersebut didiamkan begitu saja, baru pada pagi tadi dilaporkan ke pihak Kepolisian oleh tetangganya yang bernama M.Sholeh tersebut,” katanya, Kamis (18/8).

Petugas kepolisian yang menerima laporan kemudian membawa roket tersebut ke Mapolsek Temon sambil menunggu kedatangan tim dari Detasemen Gegana Polda DIY.

Menurut petugas identifikasi dari Polres Kulonprogo, Bripka Jumino., beberapa tahun silam di lokasi penemuan bom pesawat memang dilaksanakan latihan dari TNI AU. Latihan yang digelar diantaranya berupa menembak sasaran berupa bangunan dengan roket.

“Setelah kami identifikasi, panjangnya 16 cm dengan diameter 5 cm. Dengan kondisi kepala bom telah terpisah dengan bagian ekornya ,” katanya.

Petugas Gegana Polda DIY yang tiba di Mapolsek Temon sekitar pukul 13.00 WIB kemudian memutuskan untuk meledakan bom peswat tersebut di lapangan Temon.

Menurut Wakasubden Gegana Polda DIY, Iptu Suripto, pihaknya terpaksan meledakan bom pesawat tersebut karena sudah dalam keadaan tidak utuh sehingga memiliki resiko untuk meledak yang cukup tinggi, apalagi bom pesawat tersebut termasuk dalam kategori high explosive.

“Kalau masih dalam keadaan utuh mungkin tidak begitu berbahaya, tapi ini sudah terpisah antara ekor dan kepala bomnya yang diindikasikan pada saat dilepaskan dari pesawat hanya pendorongnya saja yang meledak,” katanya. (Eha)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: