Kulonprogonews's

Beranda » Budaya » Tanah di Palihan Sudah Mahal

Tanah di Palihan Sudah Mahal

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

TEMON – Harga tanah di Desa Palihan, Kecamatan Temon yang menjadi alternatif terkuat untuk lokasi pembangunan bandara internasional dipastikan akan meningkat.

Kepala Desa Palihan, Kaliso,mengatakan  saat ini harga tanah di Desa Palihan memang sudah terus merangkak naik akibat dampak dari dibangunnya Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang menghubungkan DIY dan Jawa Tengah.

“Sebenarnya peningkatan itu mulai terasa sejak pembangunan JJLS mulai dilaksanakan, apalagi kalau memang besok isu pembangunan bandara akan dilakukan di Desa Palihan pastinya harga tanah akan naik terus,” katanya, Senin (15/8).

Menurut Kaliso, saat JJLS belum dibangun harga tanah di desa tersebut berkisar antara Rp60.000-Rp100.000, namun sejak ada JJLS harganya langsung melejit hingga Rp300.000.

“Saya tidak bisa membayangkan berapa harganya jika memang rencana pembangunan bandara terealisasi,” ujarnya.

Kenaikan harga yang fantastis di lokasi yang akan dibangun bandara, sebelumnya dikhawatirkan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X akan mengundang kehadiran spekulan tanah di wilayah tersebut, hal tersebut juga yang kemudian membuat Sultan enggan menyebutkan lokasi-lokasi alternatif untuk pembangunan bandara di wilayah pesisir Kulonprogo ini.

Kaliso sendiri menanggapi hal tersebut mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan dari warga yang tanahnya berusaha ditawar untuk dibeli oleh spekulan.

Hal tersebut terjadi karena sebagian besar masyarakat di Desa Palihan menggantungkan hidupnya dari pertanian, sehingga berat jika masyarakat harus menjual tanahnya, jika bukan karena kepentingan dari pemerintah.

Meski untuk kepentingan pemerintah pun, Kaliso berharap ada komunikasi dengan masyarakat untuk menentukan besaran harga per meternya dan juga masalah pergantian pekerjaan untuk kelangsungan hidup para petani yang tanahnya digunakan untuk kepentingan pembangunan bandara.

“Ya tentu saja ada komunikasi terlebih dahulu, sehingga masyarakat bisa legowo dalam melepas tanahnya, toh itu untuk kepentingan pemerintah,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulonprogo, Langgeng Basuki mengatakan, spekulan tanah pasti akan hadir terkait rencana pembangunan besar-besaran yang akan dilakukan oleh Kulonprogo.

“Makanya kami belum bisa memberitahu secara pasti lokasi tepatnya karena dikhawatirkan akan menjadi permasalahan tersendiri,” katanya. (Eha)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: