Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » PT JMI Lunasi Kompensasi Petani Penggarap

PT JMI Lunasi Kompensasi Petani Penggarap

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – PT Jogja Magasa Iron (JMI) akhirnya melunasi seluruh kompensasi terkait alih status pinjam pakai serta pengalihan hak garap lahan milik petani penggarap unutk pembangunan Pilot Project II di Desa Karangwuni, Wates.

Menurut General Manager PT JMI, Muchsin Alhamid, pembayaran kompensasi tersebut termasuk ganti rugi atas tanaman dan infrastruktur pertanian yang ada di atas lahan yang terdampak.

Dalam pencairan kompensasi tahap ketiga ini, PT JMI mengucurkan dana sebesar Rp 3,7 miliar, dengan beitu, total dana kompensasi yang telah dikeluarkan PT JMI untuk pengalihan hak atas tanah ini sebesar Rp12,3 miliar.

“Namun itu belum termasuk penggantian pendapatan terhadap petani penggarap yang berada di atas tanah seluas dua hektar yang akan kami garap,” katanya, Jumat (12/8).

Terkait 14 hektar lahan yang telah disepakati untuk dipinjam pakaikan Muchsin menuturkan, pihaknya akan melakukan pengolahan untuk kepentingan studi penambangan yang dilakukan per petak setiap dua hektar.

Pengolahan untuk setiap dua hektar tersebut akan memakan waktu dua tahun yang kemudian setelah direklamasi akan dikembalikan lagi kepada petani penggarap.

“Untuk lahan yang belum diolah masih boleh digunakan oleh petani untuk ditanami. Waktu akan kami gunakan, sebelumnya akan kami beritahukan terlebih dulu pada para petani,” ujarnya.

Menurut Muchsin, pihaknya juga akan melanjutkan tahap pra konstruksi dengan melakukan batu pertama yang telah direncanakan akan dilakukan pada 15 Agustus mendatang.

Sementara tahapan lain yang akan dilakukan adalah menunggu hasil pengamatan untuk akses jalan menuju Piot Project II serta mewujudkan komitmen perusahaan untuk mengkaryakan masyarakat sekitar dengan merekrut menjadi tenaga kerja.

“Sesuai kontrak kerja 55 % pekerja akan kami ambil dari Karangwuni, tentu saja sebelumnya mereka akan kami latih pengetahuan dasar tentang keselamatan dan operasional kerja,” tuturnya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo, Budi Wibowo mengatakan, pembangunan pilot plant di Desa Karangwuni tersebut merupakan bagian dari studi kelayakan penambangan pasir besi. Dengan pilot plant itu bisa ditunjukkan contoh proses penambangan hingga reklamasi lahan dan pengembalian lahan kepada petani.

“Penambangan pasir besi jadi dilaksanakan di Kulonprogo atau tidak kita belum tahu karena tergantung hasil studi kelayakan. Kalau dinyatakan layak, diharapkan penambangan pasir besi ini bisa memberi manfaat bagi masyarakat luas,” paparnya.

Sementara meski dalam proses menunggu kelayakan atas rencana penambangan pasir besi dengan dioperasikannya Pilot Project II, Budi menuturkan, pihak Pemkab Kulonprogo juga telah mendapat royalti.

“Besarnya sekitar 3 %, mudah-mudahan bisa membantu Pendapatn Asli Daerah (PAD),” ujarnya. (Eha)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: