Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Petugas Temukan 10,2 kg Ayam Tiren Olahan

Petugas Temukan 10,2 kg Ayam Tiren Olahan

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

Petugas membongkar salah satu lapak penjual ayam tiren olahan

KULONPROGO – Petugas gabungan dari Satuan Tugas Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kesehatan dan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kulonprogo temukan ayam tiren olahan seberat 10,2 Kilogram (kg) di Pasar Kenteng, Nanggulan.

Dalam razia pasar tersebut, selain menemukan ayam tiren olahan, petugas juga mendapati adanya peredaran ikan laut berformalin yang terdapat pada ikan teri sebanyak 2,2 kg.

Petugas gabungan kemudian melakukan penyitaan barang bukti tersebut untuk dimusnahkan, sementara para pedagang diberi peringatan tertulis.

Menurut Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Kulonprogo, Qomarul Hadi, razia ini dilakukan sebagai pengawasan terkait perlindungan konsumen.

Qomarul mengatakan, pengawasan terhadap konsumen ini akan terus ditingkatkan terutama menjelang Lebaran dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Kami memang tidak bisa merambah beberapa pasar terkait kepentingan masing-masing SKPD, namun kami mengacu pada hari pasaran sehingga dalam satu hari bisa satu pasar, namun mendekati lebaran dapat dilakukan razia pada beberapa pasar dalam satu hari, karena lebaran biasanya tidak mengacu pada hari pasaran karena kebutuhan masyarakat meningkat,” katanya, Selasa (9/8).

Sementara Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kulonprogo, Endang Purwadiningrum mengatakan, jika barang bukti ayam yang diambil di Pasar Kenteng Nanggulan tersebut merupakan ayam tiren, meskipun sudah diolah dengan digoreng.

“Indikasi ayam olahan ini berasal dari ayam tiren sangat besar karena ciri-cirinya mendekati ayam tiren seperti warna ayam goreng yang kehitam-hitaman serta bau busuk yang menyengat,” ujarnya.

Menurut Endang, mendekati lebaran konsumsi akan daging ayam dipastikan meningkat, untuk itu pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar cermat dan teliti dalam memilih daging ayam.

“Beli daging yang jika dipegang kenyal, berwarna putih mengkilat serta tidak terdapat bercak-bercak darah, sementara untuk ayam olahan, hindari yang ayam goreng yang berwarna hitam dan menimbulkan bau busuk,” tuturnya.

Sedangkan penjual ayam tiren olahan, Tentrem mengatakan, dirinya mendapat ayam tersebut dari daerah Ambarketawang, Gamping, Sleman, namun dirinya mengaku tidak mengetahui jika ayam tersebut tiren.

”Saya beli di Ambarketawang dengan harga Rp 14.000 per kilogramnya namun saya tidak tahu jika itu tiren karena saya terima sudah dalam keadaan dipotong,”ujarnya.

Sementara ikan teri berformalin ditemukan petugas pada seornag pedagang bernama Siam. Menurut petugas Pengawas Mutu Hasil Perikanan, Anggara Ariestianta, kepastian jika ikan asin tersebut berformalin didapat setelah petugas melakukan pengujian dan hasilnya positif.,

“Ini positif karena hasil sampelnya ketika kami tes berwarna ungu yang artinya mengandung formalin,” katanya. (Eha)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: