Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » ABK akan mendapat hak istimewa di sekolah inklusif

ABK akan mendapat hak istimewa di sekolah inklusif

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

Sekolah untuk anak berkebutuhan khusus (luk/kps)

KULONPROGO –  Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang memilih bersekolah di sekolah inklusif (normal) akan diberikan keistimewaan untuk menentukan nilai ketuntasan belajarnya.

Menurut Kepala Disdik Kulonprogo, Sri Mulatsih, ketuntasan peserta didik ABK akan menyesuaikan dengan kemampuan ABK itu sendiri, sehingga meski bersekolah diantara peserta didik normal, peserta didik yang merupakan ABK tidak akan mengikuti ujian layaknya peserta didik yang normal.

“Jadi peserta didik yang masuk kategori ABK tidak harus mengikuti standarisasi normal layaknya peserta didik yang normal,” katanya, Selasa (9/8).

Menurut Sri, hal ini merupakan salah satu privilege yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo kepada ABK agar mau mengakses dunia pendidikan.

Sri mengatakan, salah satu hal penting dalam mendorong agar ABK mengakses dunia pendidikan adalah mengenai pendidikan karakter. Menurutnya, selama ini banyak ABK yang merasa minder jika harus bersekolah bersama anak-anak yang normal.

“Itulah makanya kami ingin mendorong agar mereka tidak perlu merasa minder selain juga memberikan pemahaman kepada seluruh siswa untuk mengerti dan memahami temannya yang berkebutuhan khusus dan melalui pendidikan karakter inilah diharapkan sebagai perwujudan kita bersama untuk menghargai keberadaan anak ABK,” ujarnya.

Sri menuturkan, mulai tahun ini, Disdik juga mewajibkan seluruh sekolah di Kulonprogo untuk menerima peserta didik ABK yang berminat untuk bersekolah di sekolah normal.

Menurut Sri, awalnya pihak Disdik akan menunjuk minimal satu sekolah di tiap kecamatan untuk tingkat SD dan SMP, serta satu sekolah di Kabupaten untuk tingkat SMA, namun hal tersebut dirasa tidak efektif.

“Untuk itulah kemudian kami mewajibkan semua sekolah untuk menerima peserta didik ABK, karena dari sini kami sekaligus melakukan pemetaan terhadap jumlah peserta didik ABK, sehingga jika nantinya memang akan akan ada penunjukan sekolah inklusif dapat terlihat lokasi tepatnya melalui hasil pemetaan ini,” tuturnya.

Selain itu, untuk mengatasi persoalan terbatasnya tenaga pengajar, guru-guru di sekolah non Sekolah Luar Biasa (SLB) yang menerima peserta didik ABK, pihak Disdik juga berencana melakukan pelatihan agar dapat maskimal dalam mengajar dan memberikan pendampingan terhadap peserta didik ABK.

“Ini salah satu solusi untuk meringkan tugas guru-guru SLB, juga sebagai pendorong bagi guru non SLB untuk memenuhi jam mengajar,” paparnya.

Sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo, Budi Wibowo mengatakan, pihaknya memang tidak ambil diam untuk emmeberikan fasilitas dunia pendidikan kepada ABK.

Wujud nyata kepedulian Pemkab terhadap ABK menurut Budi, adalah dengan segera keluarnya Peraturan Bupati (Perbup) terkait kebijakan untuk pembentukan sekolah inklusi di Kulonprogo.

Menurut Budi, sekolah inklusif memang dibutuhkan di Kulonprogo, pasalnya tujuh SLB yang ada, yaitu SLB Bhakti Wiyata di Tegal Lembut, Giripeni,Wates,  SLB-C Rela Bhakti II di Wates, SLB PGRI Nanggulan di Jatisarono, Nangggulan, SLB Kasih Ibu di Bantengan, Brosot, Galur, SLB Muhammadiyah di Dekso, Kalibawang, SLB PGRI Sentolo di Kalibondol Sentolo dan SDLB Negeri Pengasih, belum dapat mengakomodir kebutuhan ABK untuk mengakses dunia pendidikan.

“Jumlah tersebut memang kurang mengakomodir teman-teman kita yang memiliki kebutuhan khusus untuk mengakses pendidikan,” katanya. (Eha)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: