Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Ngabuburit Sambil Bermain Meriam Bambu

Ngabuburit Sambil Bermain Meriam Bambu

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

Meriam Bambu: Permainan tradisional untuk menunggu waktu berbuka puasa

KULON PROGO – Anak-anak di Dusun Karang Desa Tuksono Kecamatan Sentolo Kabupaten Kulon Progo mempunyai cara tersendiri untuk menunggu waktu berbuka puasa. Mereka memainkan permainan tradisional long bumbung atau meriam bambu yang sudah ada sejak jaman nenek moyang.

Jelang sore, permainan menjadi semakin seru karena suaranya seperti mercon sungguhan. Untuk menciptakan permainan long bumbung atau meriam bamboo, anak-anak harus mencari pohon bambu dengan diameter 10 sampai 15 sentimeter kemudian dipotong sepanjang 4 hingga 7 ruas.

Setiap ruas harus dihilangkan sekatnya dan tinggal menyisakan ruas terakhir sebagai tempat pengisi bahan bakar minyak tanah atau karbit,  lubang sebagai pemantik api berada di pangkal bambu  berukuran 1 x 1 cm.

“Minyak tanah didalam bambu dinyalakan selama 10 menit untuk memanasi bumbunglalu lubang disulut dengan api menggunakan bilah bambu sepanjang 50 cm,” ungkap Unggul Lukito salah satu anak yang ikut permainan tradisional ini.

Duerrrr,  suara menggelegar pun terdengar dahsyat layaknya petasan. anak-anak pun tertawa gembira  apalagi saat diseberang terdengar letusan lebih keras. Mereka berupaya membuat suara merconnya semakin keras.

Membawakan botol air mineral berisi air dan karbit agar suara mercon mereka semakin keras. “Semakin panas bumbung semakin keras suara ledakan yang terdengar,” ujar Vito Ari Wibowo.

Untuk menambah suasana semakin meriah mereka membagi dalam dua kelompok sehingga seperti agedan perang-perangan antar pasukan, setiap pasukan memiliki 5 meriam yang dinyalakan secara bergantian.

Unggul Lukito dan Vito Ari Wibowo mengenal permainan ini dari orang tuanya dan sudah menjadi permainan tahunan setiap kali menginjak bulan ramadhan. Daripada berdiam diri di rumah,  anak-anak berkumpul dan memainkan meriam bamboo. Jika permainan ini sebelumnya dimaikan oleh kakak-kakaknya kini gilirannya untuk melakukannya.

Tidak sulit untuk membuat meriam bambu karena desanya banyak memiliki pohon bambu besar, jika bambu pecah akibat suara ledakan yang keras mereka tinggal membuatnya lagi. Agar suara tidak mengganggu penduduk sekitar maka permianan dilakukan di pinggir kali progo kulon progo.

Inilah permainan anak-anak kecil di dusun karang desa tuksono sambil menunggu adzan magrib berkumandang yang menandakan buka puasa. Biasanya meriam bambu dimainkan sebelum berbuka selama bulan ramadhan. Saat bunyi mercon berhenti berarti waktunya berbuka puasa. (nug)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: