Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Enam Pasar Akan Direvitalisasi

Enam Pasar Akan Direvitalisasi

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Dinas Perindustrian Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) Kulonprogo akan merevitalisasi empat pasar tradisional dan dua pasar desa. Enam pasar ini kondisinya sudah tidak layak untuk transaksi perdagangan.

Kabid Pengelola Pasar, Disperindag dan ESDM Ahmad Syahrun mengatakan empat pasar yang akan direnovasi adalah pasar Temon, Pasar brosot, Pasar Kentheng Nanggulan dan pasar Potrogaten. Sedangkan dua pasar desa, yang direnovasi pasar Margosari dan pasar Milir.

Enam pasar ini kondisinya sudah tidak layak untuk dijadikan tempat untuk transaksi perdagangan. Bangunan pasar merupakan bangunan kuno yang sudah banyak terjadi kerusakan pada bagian atap. Akibatnya saat hujan, pasar menjadi becek dan banyak genangan air.

”Ada enam pasar yang akan kita renovasi sekaligus direvitalisasi, agar ada kenyamanan,” jelas Syahrun.

Dinas saat ini telah mengajukan anggaran di APBD senilai Rp 1,2 miliar. Selain untuk mendanai enam pasar ini juga untuk membangun akses ke pasar Jagalan. Dana tersebut berasal dari APBD provinsi dan APBD Kulonprogo.

Menurutnya, keberadaan pasar tradisional harus dilestarikan agar tidak kalah bersaing dengan pasar modern yang mulai mnejamur. Caranya dengan melakukan revitalisasi pasar, baik dari kebersihan, kenyamanan maupun sarana pendukung lain. Pasar tradisional harus bisa memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pembeli untuk melakukan transaksi.

”pasar menjadi penyangga ekonomi lokal, karena banyak menjual produk lokal,” tuturnya.

Kepala Disperindag dan ESDM Kulonprogo, Djunianto mengatakan pasar tradisional harus bisa menyediakan semua kebutuhan masyarakat. Dengan banyaknya produk yang dijual, diharapkan bisa menarik minat masyarakat untuk masuk. Disamping harga jual yang lebih murah dengan kualitas diperhatikan.

Selama ini pasar tradisional identik dengan pembeli perempuan dari kalangan ibu-ibu tua. Sedangkan yang muda memilih membeli di supermarket atau pasar modern, dengan alasan praktis.

”Revitalisasi pasar tradisional, diharapkan bisa menarik pembeli,” tuturnya. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: