Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » E-KTP di Kulonprogo Terkendala Alat

E-KTP di Kulonprogo Terkendala Alat

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Ujicoba penerapan Elektronik Kartu Tanda (E-KTP) bagi penduduk di Kulonprogo tidak bisa dilaksanakan tepat waktu. Hingga kini, Pemerintah Kabupaten (pemkab) Kulonprogo belum menerima kiriman peralatan pendukung E-KTP dari. Keterbatasan anggaran dan perda retribusi KTP, mengancam pelaksanaan.

Kepala  Dinas Catatan Sipil  Kabupaten Kulonprogo Bambang Pidegsa mengaku sedianya penerapan E-KTP akan dimulai pada awal bulan ini. Namun sampai saat ini belum ada kiriman alat. Terpaksa pelaksanaan mundur dari jadwal yang sudah disusun.

Belum ada kiriman alat, katanya akan dikirim pertengahan bulan nanti,” tutur Bambang.

Bambang sendiri tidak yakin pelaksanaan pendataan E KTP awal bisa selesai tepat waktu. Proses identifikasi dan rekam sidik jari membutuhkan waktu hingga 15 menit. Padahal, sesuai jadwal hanya lima menit. Kondisi, ini akan berdampak terhadap waktu pendataan.Dari total warga Kulonprogo sekitar 364 ribu, diperkirakan kelar pada bulan April 2012 nanti.

Guna mensukseskan program E-KTP nasional dinas telah menyiapkan perangkat pendukung. Mulai dari surat panggilan, maupun pamflet dan brosur untuk sosialisasi.

”Proses awal hanya perekaman, dari sidik jari, iris mata dan foto. E-KTP sendiri, akan jadi beberapa bulan setelahnya,” tuturnya.

Kasi penyuluhan Penyimpanan dan Pengendalian Data, Disdukcapil, Dwi Ariyani mengatakan untuk melaksanakan program ini pemkab Kulonprogo mengalami keterbatasan dana. Pada APBD resmi hanya dialokasikan sekitar Rp 510,7 juta. Diperkirakan kebutuhan mencapai Rp 663,4 juta, atau masih perlu penambahan anggaran Rp 152,67 juta.

”Dananya masih kurang dan akan diajukan di perubahan,” tuturnya.

Konsep E-KTP sendiri nantinya akan dilakukan pungutan Rp 25 ribu untuk sekali pembuatan. Sedangkan tahap awal, semua masyarakat gratis dan tidak ada pungutan. Artinya saat akan melakukan perpanjangan baru akan dikenakan tarif Rp 25 ribu. Sedangkan untuk proses perpanjangan di bulan transisi tetap menggunakan retribusi Rp 3.000.

Ketua Komisi I DPRD Sri Murdopo, mengatakan program E-KTP merupakan program dari pemerintah pusat. Daerah wajin untuk mendukung pelaksanaan program untuk menertibkan administrasi kependudukan. Termasuk DPRD dalam mengawal produk hukum daerah, seperti perda KTP.

Sesuai perda yang ada, retribusi KTP di Kulonprogo hanya ditarik Rp 3.000. Namun nantinya, tarif akan menyesuaikan harga dan patokan dari pusat.

”Itu kan maish lima tahun lagi, dan kita siap merubah perda retribusi dan KTP,” jelas politisi PDIP ini. (fiz)


2 Komentar

  1. Gusti 'ajo' Ramli mengatakan:

    ujung-ujungnya mungkin bakal diminta biaya ngurus di kelurahan…

  2. azizyhoree mengatakan:

    ribet mboten mas?

    *salam saking bloger ibukota (asli kulon progo) he hehe:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: