Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Tradisi Padusan di Pantai Glagah Kembali Telan Korban

Tradisi Padusan di Pantai Glagah Kembali Telan Korban

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

Menyisir : Petugas Tim SAR menyisir untuk mencari jasad korban yang tenggelam

KULONPROGO – Tradisi Padusan di Pantai Glagah yang kerap dilakukan umat Muslim menjelang bulan Ramadhan kembali memakan korban.

Seornag wisatawan yang mandi di laut, Musbihin,20 warga Dusun Silemut, Desa Karangsari, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo hilang terseret ombak ,Minggu (31/7).

Menurut keterangan salah seornag rekan korban Andi Mubarik, 22, korban datang ke Pantai Glagah korban berenang bersama 3 rekannya sekita pukul 14,00 WIB. Saat berada di tengah, tiba-tiba ada ombak besar yang menggulunngya. Korban yang tidak bisa berenang langsung hilang terbawa arus sementara 3 rekannya bisa menyelamatkan diri ke tepi pantai.

“Tiba-tiba ada ombak yang menyeret kami dan korban langsung hilang. Sementara saya, Hanafi dan Ayis bisa berenang ke tepi,”katanya, Minggu (31/7).

Sebelum berenang, Andi dan rekan-rekan satu rombongan lainnya sempat melarang korban untuk berenang karena korban tidak bisa berenang namun larangan itu tidak dihiraukannya. Korban langsung menuju pantai dan menceburkan diri ke air.

Andi mengatakan,  korban sempat melambaikan tangan kepada rekan-rekannya yang bisa menyelamatkan diri. Setelah beberapa saat melambaikan tangan, tubuh korban langsung hilang terbawa arus. Saat itu dirinya bersama rekan-rekan satu rombongannya langsung berusaha mencari tubuh korban dan meminta pertolongan tim sar.

Andi mengaku sangat terpukul dengan hilangnya Musbihin ini karena kedatangannya ke Pantai Glagah ini dalam rangka untuk padusan menjelang datangnya bulan suci ramadhan.

“Kami datang ke sini itu untuk melaksanakan tradisi padusan namun malah menjadi musibah seperti ini,”sesalnya.

Rekan korban lainnya, Ahmad Yusroh,21, menambahkan, setelah tidak bisa ditemukan dirinya langsung menghubungi orangtua korban yang berada di Wonosobo. Saat ini ayah korban sedang dalam perjalan menuju Glagah.

“Saya langsung menghubungi pak Mulyono (ayah korban) setelah kami tidak bisa menemukan tubuhnya,”katanya.

Sementara, Koordinator Wilayah (Korwil) SAR 5, Pantai Glagah, Sukamin mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pencarian korban. Pihaknya menerjunkan 27 anggota untuk melakukan penyisiran di pinggir pantai.

“Kami langsung melakukan pencarian dengan menempatkan anggota SAR di pinggir pantai,”jelasnya.

Dirinya memperkirakan korban terseret arus ke arah barat karena saat ini angin mengarah ke barat. SAR sendiri akan melakukan pencarian tubuh korban selama 3 hari kedepan dan bila belum diketemukan pencarian akan dihentikan.

“Biasanya tubuh korban yang hilang akan mengambang setelah tiga hari kemudian,”pungkasnya. (fiz)


1 Komentar

  1. mbah jo yo mengatakan:

    kasian bangt,,
    aq jga liat kejadian ini,,jadi takut brenang d pantai,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: