Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » PT JMI Revisi Dokumen UKL/UPL Pilot Plant

PT JMI Revisi Dokumen UKL/UPL Pilot Plant

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – PT Jogja Magasa Iron (JMI) kembali menyerahkan dokumen upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan (UKL/UPL). Ini merupakan revisi atas dokumen UKL/UPL, pasca klarifikasi oleh komisi amdal.

Sekretaris Komisi Amdal, Djunianto Marsudi Utomo mengatakan dokumen yang diseahkan merupakan revisi atas dokumen sebelumnya. Diantaranya memuat beberapa masukan dari komisi amdal, maupun masyarakat yang akan terkena dampak langsung. Pasca diserahkan, komisi akan melakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan ini, akan digunakan sebagai dasar, untuk mengeluarkan rekomendasi jika itu sudah lengkap,” tuturnya.

PT JMI, kata dia, masih diwajibkan untuk melakukan serangkaian kegiatan, pasca rekomendasi nanti turun. Diantaranya wajib melakukan sosialisasi kepada masyarakat, dan mengurus ijin pendirian pilot plant. Masyarakat bersama pemerintah, tetap bisa ikut melakukan pengawasan sesuai dengan dokumen yang disusun.

”Pengawasan perlu dilakukan agar sesuai dengan rencana,” jelas Djunianto yang kini menjadi Kepala Disperindag dan ESDM ini.

Konsultan amdal PT JMI, Bambang Suripto mengatakan lokasi penambangan di wilayah pilot plant nantinya akan direklamasi. Termasuk melakukan revegetasi terhadap tanaman yang ada. Hal ini akan menjadikan kawasan pesisir menjadi kawasan hijau yang menjadi tempat bersarang burung-burung dan satwa lain.

”Vegetasi ini akan disesuaikan dengan kondisi alam, termausk mengembalikan jenis tanaman yang ada,” tutur Bambang. Namun untuk kawasan yang diluar lokasi pabrik, akan dikembalikan kepada petani penggarap. PT JMI tetap akan menyarankan dilakukan penanaman dan vegetasi.

Dari luasan 20 hektar, nantinya hanya sekitar 6 hektar yang dijadikan lokasi pabrik selebihnya menjadi sampel penambangan dan reklamasi. Sisa 14 hektar inilah akan menjadi kawasan percontohan proses penambangan sampai dengan reklamasi.

Menurut Bambang dari laporan dari Fakultas UGM, lokasi yang digunakan ini kondisi kesuburan tanahnya tidak bagus. Namun pada proses reklamasi akan dilakukan secara maksimal dengan dilengkapi unsur hara. Dengan cara ini, kesuburan tanah akan terpantau dan baru dikembalikan setelah benar-benar subur.

”Semua masukan sudah diakomodir, dan semoga segera turun rekomendasi,”harapnya. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: