Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » KSAU Ziarah ke Makam Orangtua

KSAU Ziarah ke Makam Orangtua

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Kepala Staff TNI AU, Marsekal Imam Sufaat, kemarin sore melakukan ziarah kubur di makam kedua orangtuanya di TPU Cokrodipan, Triharjo, Wates. Ziarah kubur pada bulan Syaban ini, menjadi tradisi rutin KSAU bersama keluarga besarnya. Usai berziarah, KSAU menemui kerabatnya yang ada di Wates Kulonprogo.

Imam Sufaat datang menggunakan kendaraan dinasnya, dengan dikawal petugas dari TNI AU. KSAU bersama Ibu dan beberapa kerabatnya langsung menggelar doa dengan dipimpin rois. Usai berdoa, Imam menabur bunga di pusara ayahnya almarhum H Salamudin, dan ibunya Choriyati, dilanjutkan di makam para kakek dan kerabatnya.

Menurut Imam, tradisi ini sudha dilakukan rutin setiap tahun. Menjelang bulan puasa, dirinya selalu berziarah ke makam kedua orangtuanya dan keluarga besarnya. Imam sendiri dilahirkan dan dibesarkan di kampung ini.

”Ziarah ini menjadi wahana untuk mendoakan kedua orang tua yang sudah meninggal,” ujarnya.

Menurutnya, ziarah kubur juga mengingatkannya bahwa kehidupan di dunia ini tidak akan abadi. Manusia diciptakan dan pasti akan menemui kematian. Setidaknya dengan mengingat kematian ini, akan mengingatkan untuk selalu bertindak positif. Termasuk dalam menjalankan tugas negara memimpin TNI AU.

”Ini akan mengingatkan saya agar selalu melakukan yang terbaik dalam menjalankan tugas,” tegasnya.

Terkait dengan pembangunan bandara di Kulonprogo Imam menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah. TNI AU tidak memiliki kewenangan dalam menangani rencana pembangunan ini. Namun jika memang dianggap penting dan bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, tentu harus didukung.

Lorong udara yang ada di DIY, saat ini sudah cukup padat. Selain untuk penerbangan komersial, juga menjadi kawasan penerbangan militer. Hal ininantinya akan dikoordinasikan, agar penggunaan wilayah udara bisa diintegrasikan dalam beberapa kepentingan.

”Kalau memang jadi, TNI AU akan koordinasi dalam pembagian wilayah udara,” tuturnya.

Keberadaan bandara Adi Sutjipto saat ini sudah sangat crodit. Banyak sekali penerbangan komersial yang disediakan oleh maskapai swasta. Sedangkan TNI AU sendiri juga menjadikan sebagai kawasan latihan militer. Dengan pemindahan itu, akan menjadikan bandara Adi Sutjipto kembali pad akepentingan militer.

Usai berziarah, Imam mengunjungi kakak tertuanya di depan Pasar Wates. Di tempat ini Imam juga pernah tinggal bersama dengan keluarga besarnya. Mendiang ayahnya membangun toko kelontong yang masih bertahan sampai saat ini.

Kerabat Imam Sufaat, Dani Ardiyanto, mengatakan tradisi berziarah sudah dilaksanakan secara rutin. Usai berziarah keluarga besarnya berkumpul di rumahnya, untuk merekatkan persaudaraan.

”Setiap pulang ke Wates, dia selalu menyempatkan menemui ibu saya yang merupakan kakak tertuanya,” terang Dani.

Sementara itu, juru kunci makam Warno  Wijoyo, mengaku selain kedua orang tua Imam Sufaat, mayoritas keluarganya dimakamkan di TPU Cokrodipan. Bahkan jumlahnya sudah sangat banyak.

”Sebelum mejadi KSAU, pak Imam sudah rutin berziarah,” ujarnya. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: