Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Daging Busuk, Beredar di Pasar

Daging Busuk, Beredar di Pasar

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

Harga daging ayam terus melambung, para pedagang lesu menunggu pembeli datang

*Satpol PP Sita 2,1 kilogram

KULONPROGO  – Satu Polisi pamong praja (Satpol PP),  menemukan peredaran daging busuk yang diperjualbelikan di pasar tradisional. Daging sebanyak 2,1 kilogram ini disita dari pedagang yang ada di pasar Bendungan wates dan Pasar Wates.

Kasi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Kulonprogo Qomarul Hadi, mengatakan operasi yang dilaksanakan kemarin merupakan operasi pengawasan rutin. Dalam setiap operasi Satpol PP selalu berkoordinasi dengan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan, Dinas Kesehatan maupun Disperindag dan ESDM.  

Hasilnya, di Pasar Wates ditemukan 1,5 kilogram daging sapiberupa jeroan yang sudah membusuk. Selain bau, warnanya juga sudah kusam. Sedangkan di pasar Bendungan, kembali ditemukan 6 ons hati sapi yang kedapatan terdapat cacing pita. Daging-daging ini tidak layak konsumsi, dan disita.

”Kedua daging itu kita sita untuk dimusnahkan,” jelas Qomarul.

Menurutnya, selama ramadhan dan mendekati hari raya ini pihaknya akan terus melakukan rasia. Operasi intensif akan dilakukan di seluruh pasar yang ada di 12 kecamatan. Harapannya, masyarakat yang menjadi konsumen tidak tertipu dan mendapatkan daging yang lebih layak konsumsi.

”Pedagang yang menjual kita berikan peringatan dan teguran,” tambahnya.

Kasi Kesehatan Masyarakat dan Veteriner Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan, Rinanti Candra mengaku saat ini peredaran daging busuk cenderung menurun. Banyak pedagang sudah sadar dan menghindari penjualan daging yang sudah tidak layak konsumsi. Ini tidak lepas dari peran serta petugas gabungan yang rutin melakukan rasia dan pengawasan.

Menurutnya, daging busuk yang dijual tidak layak konsumsi dan berbahaya bagi kesehatan. Warga yang mengkonsumsi bisa mual, diare dan ancaman kesehatan lain, hingga keracunan. ”Penjualan daging busuk seperti itu, juga melanggar UU pangan,” tambahnya.

Dinas juga akan terus mengintensifkan pengawasan daging di pasar selama bulan ramadhan. Sesuai jadwal yang ada, dalam dua kali sehari akan dilakukan pantauan hingga H-1 lebaran nanti. Selama ini pengawasan difokuskan pada pasar-pasar tradisional yang ukurannya besar.

Pasar yang rawan peredaran daging busuk, biasanya berada di daerah pinggiran. Selain jauh dari pengawasan, juga kerap disuplay dari kabupaten tetangga. Pasar-pasar ini akan menjadi prioritas pengawasa disamping pasar lain yang sudah rutin dilakukan.

”Bersama dengan dina sterkait lain, kita akan efektifkan selama puasa,” tegasnya. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: