Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Kiper Kulonprogo Dideklarasikan

Kiper Kulonprogo Dideklarasikan

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KIPER : Pertahankan Keistimewaan DIY sesuai Maklumat September 1945

KULONPROGO – Komite Independent Pengawal Referendum (KIPER) Kulonprogo, kemarin pagi dideklarasikan. Kiper akan mengawal proses keistimewaan Provinsi DIY sesuai dengan amanat Sultan Hamengkubuwono IX  pada 5 September 1945.

Deklarasi yang dipusatkan di Alun-alun Wates ini dihadiri bupati Toyo Santoso Dipo dan koordinator Kiper DIY Cipto Raharjo dan perwakilan dari kabupaten lain. Hanya saja deklarasi ini kurang greget, karena hanya beberapa ratus masa saja yang hadir.

Koordinator Kiper Kulonprogo, Sumardi, mengatakan keberadaan kiper sangat penting dalam memperjuangkan keistimewaan DIY. Kiper akan menjadi pusat informasi bagi masyarakat terkait proses yang ada, Diantaranya menghadapi proses referendum ijab kobul keistimewaan.

”Kita siap jelaskan kepada masyarakat mengenai informasi ini,” ujarnya.

Sumardi mengaku prihatin dengan nasib RUUK DIY yang tidak ada kejelasan proses dan hasilnya. Untuk itulah diperlukan pejuang dan relawan referendum untuk mengawal proses ini. Penetapan pasangan Sultan dan Hamengkubuwono sudah sesuai dengan amanat HB IX. Hal inilah harus dipetahankan karena sudah menjadi cikal bakal bergabungnya dengan NKRI.

Penetapan berbasis ijab kobul, kata dia, harus dilakukan karena sudah ada jaminan status khusus dari pemerintah RI untuk Kasultanan dan Pakualaman seperti tertuang dalam piagam penetapan 18 Agustus 1945. selain itu keistimewaan Yogyakarta adalah daerah istimewa setingkat provinsi yang dipimpin kepala daerah bukan gubernur.

”Adanya kekuasaan penuh atas pemerintahan dalam negeri Yogyakarta serta pertanahan dan kekuasaan lain  yang dipertanggungjawabkan ke pemerintah pusat.

Koordinator Kiper DIY Cipto Raharjo, mengatakan konsep referendum yang ada bukanlah konsep makar. Yogyakarta tetap mendukung NKRI, sebagai bagian dari keistimewaan.

”Referendum ini bukan makar, tetapi keistimewaan DIY harus dilaksanakan sesuai amanat 5 september,” ujarnya.

Bupati Kulonprogo Toyo Santoso Dipo mengatakan deklarasi ini akan menjadi pendorongan bagi seluruh masyarakat untuk bertekad bulat mendukung status Kesitimewaan DIY.

“Penetapan Sultan Hamengku Buwono X dan Paku Alam IX sebagai gubernur dan wakil gubernur merupakan sebuah aspirasi dan harapan dari seluruh warga masyarakat, dan itu merupakan harga mati,” katanya.

Menurut Toyo, keistimewaan DIY bukan semata-mata bermakna historis ataupun sosiopsikologis, namu merupakan bagian dari konstitusi dan tegaknya NKRI, karena seperti diketahui bahwa status keistimewaan DIY lahir sebagai kesepakatan pemerintah pusat dengan Sultan Hamengku Buwono IX dan Paku Alam VIII pada awal kemerdakaan.

Pengakuan dari pemerintah Republik Indonesia yang dikenal dengan istilah Ijab Qobul, akan menjadi naif bila ada pihak-pihak yang mempermasalahkan kesitimewaan DIY dengan dalil demokrasi.  (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: