Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Jumlah Angkutan dan Retribusi Terminal Turun

Jumlah Angkutan dan Retribusi Terminal Turun

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Retribusi terminal bus Wates, setiap tahun terus menurun. Kondisi ini ditengarai akibat banyaknya masyarakat yang memiliki kendaraan roda dua. Akibatnya jumlah armada angkutan juga banyak yang tidak beroperasi.

Kepala Bidang Angkutan Terminal dan Perpakiran, Dishubkominfo, Kulonprogo, Suparlan, mengatakan jumlah kendaraan bermotor roda dua di maysarakat terus berkembang.

Banyaknya layanan kredit murah, membuat masyarakat dengan mudah mendapatkan motor. Kondisi ini berdampak terhadpa minat untuk menggunakan kendaraan umum menurun. Ujung-ujungnya, angkutan yang beroperasi ikutan menurun, akibatnya retribusi terminal dari angkutan ikutan menurun.

”Angkuta sekarang kalah dengan sepeda motor,” jelasnya.

Dampak merebaknya kendaraan bermotor ini juga berdampak terhadap pendapatan awak angkutan. Tidak sedikit pemilik angkutan bangkrut, karena ongkos operasional dengan pendapatan tidak sebanding.

Pada 2009 lalu, pendapatan retribusi terminal mencapai  Rp 212,03 juta dari target Rp 213,12 juta. Sedangkan di 2010, turun menjadi Rp 196,70 juta dari target yang sama seperti pada tahun 2009. penurunan juga terjadi pada praktik di lapangan. Dari data 120 angkutan yang beroperasi hanya sekitar 80 unit saja. Hal yang sama juga pada angkutan antar kota dalam prvinsi (AKDP), dari 163 unit yang ada hanya 50 unit yang beroperasi.

”Yang mengajukan ijin ke dinas juga berkurang,” jelasnya.

Ketua Organda Kulonprogo, Djuwardi, mengatakan saat ini pemilih angkutan banyak yang enggan menjalankan armadanya. Ibarat hidup segan mati tak mau. Sebab, jika  mereka menjalankan semua armadanya, mereka akan menanggung beban yang banyak.

”Banyak yang memilih mengandangkan kendaraannya,” jelasnya.

Selain kalah bersaing dengan sepeda motor, banyak ruas jalan yang rusak. Kondisi ini berdampak terhadap tingginya biaya pemeliharaan kendaraan.  (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: