Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » LPJU Kulonprogo Memprihatinkan

LPJU Kulonprogo Memprihatinkan

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang ada di Kota wates kondisi memprihatinkan. Sebanyak 160 lampu yang ada, lebih dari separonya sudah tidak menyala. Usia lampu dan tingginya biaya perawatan menjadikan

LPJU yang ada saat usianya sudah relatif tua. Lampu-lampu yang ada sudah dibangun pada era 1980. Artinya lampu tersebut usianya sudah diatas 20 tahun. Hasil pendapataan yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, lebih dari setengahnya sudah tidak berfungsi. Selain bolam lampu banyak yang mati, banyak tiangnya patah.  

”Ada sekitar separohnya tidak menyala lagi,” jelas Kabid Lalulintas Dishubkominfo, Bambang Sudaryanto.

Dinas, kata dia kesulitan untuk melakukan perbaikan  terhadap lampu yang ada. Sebab teknologi yang digunakan menggunakan model lama. Semua penyambungan dilakukan di bawah tanah. Praktis dinas kesulitan mendeteksi hubungan yang putus.

Menurutnya pada 2011 ini, dinas hanya mmeiliki anggaran sekitar Rp 135 juta. Dana ini harus digunakan untuk memelihara lampu yang jumlahnya mencapa 1.375 titik.

”Idealnya memang lampu yang ada harus diganti,” tuturnya.

Untuk penggantian total diperlukan dana yang nilainya mencapai Rp  1, 7 milliar. Dinas sudah mengajukan usulan kepada eksekutif agar bisa dialokasikan di perubahan atau 2012.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), mengatakan pihaknya bersama dengan dishubkominfo baru saja melakukan studi banding di pemkot. Pemerintah kota berhasil dalam menangani LPJU. Terbukti hampir di smeua ruas jalan kondisinya lampu menyala. Selain itu anggarannya yang ada juga relatif lebih murah. Padahal LPJU yang ada di Kota jauh lebih banyak.

Dari hasil kunjungan ini pemerintah kota telah mengadopsi teknologi yang baru. Mereka juga menggunakan lampu yang lebih awet. Sedangkan di Kulonprogo mengandalkan lampu mercuri.

”Kita arahkan lampunya diganti seperti yang ada di kota,” ujarnya. Disamping itu juga ada wilayah kerja dari masing-masing tenaga teknis.

Langgang yang juga anggota tim anggaran eksekutif, juga telah menyetujui usulan perawatan lampu yang diajukan oleh Dishubkominfo. Pada perubahan anggaran mereka  mengajukans ekitar Rp 300 juta.

”Kita penuhi, dan mereka harus bertanggungjawab, tidak ada lagi lampu LPJU yang mati,” tuturnya. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: